Ngabuburit, Bocah SMP Tewas di Tepi PantaiMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
17 Juni 2016

Ngabuburit, Bocah SMP Tewas di Tepi Pantai

Posted by on 17 Juni 2016

Lumajang, Memo Timur - Tragis yang dialami Lailatul Hismi (14), gadis belia yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP asal Dusun Sukorame, Desa Jatigono, Kecamatan Kunir. Berpamitan kepada orang tuanya untuk ngabuburit dengan teman-temannya, ia malah ditemukan tewas di tepi pantai. Kasus kematian korban, kini masih ditangani oleh pihak Polsek Tempeh, dibantu anggota Satreskrim Polres Lumajang.


Jasad korban ditemukan pada Kamis (16/6), pagi, sekitar pukul 06.30 WIB. di tepi pantai selatan Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh. Menurut Bisri (60), pakde korban, Rabu (15/6), sore sekitar pukul 15.00 WIB. korban berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk ngabuburit (jalan-jalan menunggu waktu buka puasa tiba) dengan teman-temannya mengendarai sepeda motor Honda Beat, warna putih.

Berawal dari Pesta Miras, Berakhir pada Perkosaan

“Sore itu, ia berangkat dengan tiga temannya 2 cowok dan 1 lagi anak perempuan sama-sama berboncengan sepeda motor,” ujar Bisri kepada Memo Timur saat menungu kedatangan jasad korban. Namun ketika menjelang adzan Magrib, salah satu temannya yang perempuan mengantarkan sepeda motor korban ke rumahnya yang langsung diberikan kepada Samsul Hadi (45), ayah korban.

Pada saat itu, ayah korban sempat penasaran dan bertanya kepada anak perempuan yang mengantar sepeda motor itu, kemana anaknya kok tidak ikut pulang. Mendapat petanyaan itu, anak perempuan itu ketakutan sambil menjawab kalau anaknya hanyut dilaut. ”Hismi tadi mandi di laut terseret ombak lalu mengilang,” terang anak perempuan itu sambil gemeteran.
Mendengar jawaban itu, spontan ayah korban mengajak saudaranya untuk pergi ke laut tempat anaknya terseret ombak. Setiba di pantai, petang itu ayah korban menemukan sepasang sandal milik korban yang disampingnya ada sisa buah semangka bekas dimakan. Sambil berjalan menyusuri pantai, ayah korban dibantu warga berusaha mencari keberadaan anaknya itu.

Karena tak ditemukan, malam itu juga ayah korban mengajak warga untuk pulang ke rumah masing-masing. Pagi hari, sekitar pukul 06.30 WIB. ada kabar jika ada salah satu warga yang menemukan mayat anak perempuan terdampar di tepi pantai dengan kondisi tanpa busana dan hanya memakai BH putih tak jauh dari tempat menghilangnya korban.

Dari informasi itulah, orang tua korban bersama dengan warga langsung bergegas untuk mendatangi lokasi penemuan mayat tersebut. Namun sebelumnya, warga juga melaporkan penemuan mayat itu kepada pihak Polsek Tempeh. Setiba di lokasi, orag tua korban terkejut ketika tahu mayat yang terdampar di pantai itu adalah anak perempun yang dicarinya.

“Ini anak saya,” ujar ayah korban dengan nada keras. Selanjutnya, warga dibantu anggota Polsek Tempeh dan Polres Lumajang mengevakuasi jasad yang mengambang di atas rawa-rawa tersebut, lalu membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr, Haryoto Lumajang untuk dilakukan otopsi, guna mencari tahu penyebab pasti kematian korban.

Pasang iklan Gratis..!! Hubungi 085204569300

Tentang kematian korban, pihak polisi sendiri belum berani memberikan motif dan penyebab pastinya. Diketahui, jasad korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan hanya memakai BH warna putih bermotif bunga dengan memar pada dahi yang diduga terbentur beda keras.

“Tentang apa motif dan penyebab kematian korban, kami sendiri masih belum tahu dan masih menunggu hasil otopsi dan visum dari dokter Rumah Sakit,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tempeh, Aiptu Lony Roy Madona kepada sejumlah wartawan. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top