Ngabuburit dengan Pacar, 2 Hari 2 Malam Ngambang di LautMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
18 Juni 2016

Ngabuburit dengan Pacar, 2 Hari 2 Malam Ngambang di Laut

Posted by on 18 Juni 2016

Lumajang, Memo Timur - Hujan tangis tak terbendung, saat melihat jasad Aldi (15), diturunkan petugas dari kendaraan Basarnas di depan rumah korban Dusun Karangsukup, Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir. Karena mengapung di laut selama dua hari dua malam, jasad Aldi terlihat membengkak dan sebagian kulitnya mengelupas. Selanjutnya, jasad korban disucikan lalu disemayamkan di pemakaman umum yang ada di selatan rumah duka.

Dikabarkan, Aldi bersama Lailatul Hismi (14), kekasihnya terseret ombak besar ketika duduk berduan di pantai selatan Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh pada Rabu (15/6), sore, sekitar pukul 16.30 WIB. pada saat terseret ombak, keduanya sempat menghilang karena berada di tengah laut.


Setelah lama tengelam di laut, ternyata keduanya terpencar karena jasad mereka ditemukan pada lokasi dan tempat yang berbeda. Korban Lailatul Hismi ditemukan warga pada Kamis (16/6), pagi di tengah muara yang ada di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh. sedangkan Jasad Aldi ditemukan warga di dekat pantai Paseban, Desa Cakru, pada Jumat (17/6), pagi, yang jaraknya sekitar 15 kilometer dari lokasi awal terseretnya ombak.

Semula, orang tua Aldi tidak menyangka jika anaknya itu tenggelam setelah terseret ombak dengan kekasihnya. Yang mereka dengar, Aldi tidak berani pulang karena kekasihnya hilang terseret ombak laut pantai selatan. Oleh sebab itu, orang tuanya lebih mencari dan menanyakan keberadaan korban kepada teman-teman sekolahnya.
Jumat (17/6), pagi, ada informasi dari masyarakat jika ada jasad anak laki-laki terdampar di pinggir pantai tanpa memakai baju dan hanya memakai celana jeans warnah biru. Untuk memastikan jika jasad itu adalah anaknya, ibu korban lalu menyuruh keluarganya untuk pergi ke pantai melihat jasad tesebut.

Ngabuburit, Bocah SMP Tewas di Tepi Pantai

Ternyata benar, jasad itu adalah jasad Aldi yang sudah dua hari dua malam tidak kunjung pulang. Selanjutnya, orang tua Aldi minta jasad anaknya itu segera dibawa pulang dan menolak untuk dilakukan otopsi. Sebagai bentuk penolakan dilakukannya otopsi, pihak orang tua korban dipersilahkan membuat surat pernyataan yang diperkuat dengan tanda tangan Kepala Desa setempat.

Pasang iklan Gratis..!! Hubungi 085204569300

Sebelumnya, tragis yang dialami Lailatul Hismi (14), gadis belia yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP asal Dusun Sukorame, Desa Jatigono, Kecamatan Kunir. Berpamitan kepada orang tuannya untuk ngabuburit dengan teman-temannya, ia malah ditemukan tewas di tepi pantai. Kasus kematian korban, kini masih ditangani oleh pihak Polsek Tempeh dibantu anggota Satreskrim Polres Lumajang.(tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top