Ngabuburit dengan Pacar, Tewas Digulung OmbakMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
20 Juni 2016

Ngabuburit dengan Pacar, Tewas Digulung Ombak

Posted by on 20 Juni 2016

Memo Timur - Ada cerita menarik sekaligus memilukan di balik cerita Aldi (15), dan Lailatul Hismi (14), dua pelajar yang tewas setelah terseret ombak saat ngabuburit berdua di pantai selatan Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh, Rabu (15/6), sore sekitar pukul 17.00 WIB.


Belakangan diketahui, ternyata keduanya sudah menjalin asmara sejak masih sama-sama bersekolah di SMP Islam Kunir, saat Aldi duduk di bangku kelas 3 dan Lailatul Hismi duduk di bangku kelas 2. “Bahkan saat itu, orang tua Aldi sempat datang ke rumah Lailatul Hismi dengan maksud untuk melamar,” ujar salah satu teman sekolah Aldi.

Namun sayangnya, niat baik orang tua Aldi sempat ditolak oleh orang tua perempuan itu dengan alasan mereka masih muda dan anak-anak. Tetapi, penolakan oleh orang tua Lailatul tidak membuat cinta Aldi kepada gadis pujaannya itu luntur. Bahkan tanpa sepengetahuan orang tuanya, Aldi masih sering mengajaknya bermain.

Berawal dari Pesta Miras, Berakhir pada Perkosaan

Terakhir sebelum kejadian, Aldi sengaja mengajak gadis pujaannya itu bersama kedua temannya untuk jalan-jalan ngabuburit di pantai selatan Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh. Sebelum tiba di pantai, Aldi yang saat itu berboncengan sepeda motor dengan Lailatul Hismi dan kedua temannya itu bermain di jembatan baru, di Desa Pandanarum.

Entah karena apa, keempat muda-mudi itu lalu begegas pergi ke pingir pantai sambil selfi menggunakan kamera HP milik Lailatul Hismi. Tanpa disadari oleh keduanya, mereka terlalu dekat dengan bibir pantai yang saat itu ombaknya terus membesar. Saat membelakangi laut untuk selfi, tiba-tiba muncul ombak besar yang langsung menghempas lalu menyeret keduanya.

“Waktu itu keduanya sempat menjerit minta tolong tetapi langsung menghilang ditelan ombak,” ujar Jufri (15), salah satu teman korban yang selamat kepada Memo Timur. Mengetahui kejadian itu, kedua teman korban memilih pulang sambil melaporkan kejadian itu kepada orang tua Lalatul Hismi.

Sementara itu, Iksan (40), salah satu paman Aldi mengatakan, apa yang menjadi cita-cita keduanya untuk hidup semati bersama sudah terwujud meski dengan cara yang memilukan. ”Semoga, keduanya bisa bertemu dan diampuni segala dosa dan perbuatannya,” harapnya.

Dikabarkan, Aldi bersama Lailatul Hismi (14), kekasihnya terseret ombak besar ketika duduk berduan di pantai selatan Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh pada Rabu (15/6), sore, sekitar pukul 16.30 WIB. Pada saat terseret ombak, keduanya sempat menghilang karena berada di tengah laut.
Pasang Iklan, Hub WA: 085204569300
Setelah lama tengelam di laut, ternyata keduanya terpencar karena jasad mereka ditemukan pada lokasi dan tempat yang berbeda. Korban Lailatul Hismi ditemukan warga pada Kamis (16/6), pagi di tengah muara yang ada di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh. sedangkan Jasad Aldi ditemukan warga di dekat pantai Paseban, Desa Cakru, pada Jumat (17/6), pagi yang jaraknya sekitar 15 kilometer dari lokasi awal terseretnya ombak. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top