Ngerumput, Rahmad Pulang Tanpa KepalaMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
18 Juni 2016

Ngerumput, Rahmad Pulang Tanpa Kepala

Posted by on 18 Juni 2016

Lumajang, Memo Timur - Warga Dusun Kedungsari, Desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir mendadak gempar. Pasalnya, Tijo alias Rahmad (64), warga setempat yang bekerja sebagai pencari rongsokan, ditemukan tewas dengan kondisi tanpa kepala di jalan setapak tak jauh dari rumahnya. Hingga saat ini, polisi masih terus memburu pelaku dan mencari keberadaan kepala korban yang hilang.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (16/6), sore, sekira pukul 04.00 WIB. di jalan setapak menuju persawahan. Informasinya, siang sebelum kejadian, korban berpamitan untuk mencari jerami (batang padi yang sudah dipanen) sebagai pakan ternak sapinya. Saat itu, korban berangkat dengan mengendarai sepeda onthel sambil menenteng sabit.


Namun sekitar pukul 04.00 WIB. korban ditemukan oleh salah satu warga bernama Maria (40), sudah tergeletak di pingir jalan dengan kondisi tanpa kepala. Mengetahui hal itu, perempuan tersebut langsung memberitahukan kepada pihak keluarganya. Mendapat laporan itu, menantu korban bernama Ngatedi (39), bergegas mendatangi lokasi penemuan.

Setiba di lokasi penemuan, ternyata benar. Saat itu, Ngatedi melihat bapak mertuanya itu dalam kondisi telungkup di bawah sepeda onthel yang bermuatan jerami dengan kondisi tanpa kepala. Karuan saja, ia langsung mencak-mencak dan langsung pulang untuk memberitahukan kejadian itu kepada istri dan ibu mertuanya.

Petugas dari Polsek Kunir yang mendapat laporan itu, segera mendatangi lokasi dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sambil memasang garis polisi (police line) di sekitar penemuan mayat tersebut. Sore itu, petugas dibantu warga juga sibuk mencari kepala korban yang hilang.
“Kalau dilihat dari lukanya, kayaknya kepala korban sengaja dipenggal dengan membacoknya berkali-kali,” terang anggota Polsek Kunir yang ikut mencari kepala korban. Sekitar 2 jam kepala korban belum juga ditemukan, petugas dari Polsek Kunir kemudian meminta bantuan dari anggota Polres Lumajang untuk mendatangkan anjing K9 untuk melacak keberdaan kepala korban.

Namun sayang, hingga pukul 21 00 WIB. anjing pelacak itu belum berhasil menemukan kepala korban yang hilang itu. Awalnya, anjing hanya terlihat mengendus-endus bercak darah hingga berjalan menuju ke barat beberapa meter kemudian lalu berhenti di pingir jalan. Di tepi jalan itulah, anjing tersebut seolah kembali kehilangan jejak dan hanya berputar-putar di lokasi penemuan mayat.

Keributan Depan Rumdin Kapolres, Oknum TNI Vs Polisi

Melihat situasi yang semakin larut, peugas kemudian mengevakuasi jasad korban yang tanpa kepala itu ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lumajang untuk dilakukan visum. Sementara itu, sepeda onthel milik korban yang bermuatan jerami langsung dibawa ke Mapolsek Kunir sebagai barang-bukti (BB).

Untuk sementara, polisi masih belum bisa menyimpulkan apa motif di balik aksi pemenggalan kepala yang hilang itu. “Untuk sementara, kami belum tahu apa motif di balik aksi pemenggalan kepala itu. Yang pasti, pihaknya masih terus berburu siapa pelakunya,” tegas Kapolsek Kunir, AKP Edy Santoso. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top