Perampokan, Zulfia Disekap, Mulut Dilakban, Harta DikurasMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
18 Juni 2016

Perampokan, Zulfia Disekap, Mulut Dilakban, Harta Dikuras

Posted by on 18 Juni 2016

Lumajang, Memo Timur - Hasyim (51), seorang Guru PNS, asal Dusun Tambakrejo Wetan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, bernasib apes. Rumahnya disatroni oleh kawanan perampok berjumlah 4 orang masuk rumah dengan cara mencungkil jendela belakang rumah.

Setelah menyekap korban bersama istri dan anaknya, kawanan perampok langsung menguras habis harta benda milik korban, diantaranya 2 unit sepeda motor, perhiasan emas, surat-surat berharga dan uang tunai jutaan rupiah. Kerugian korban mencapai 37 jutaan.


Aksi perampokan itu terjadi pada sekitar pukul 01.30 WIB. kemarin lusa, di rumah korban yang beralamat di Dusun Tambakrejo Wetan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe. Informasinya, kawanan yang berjumlah lebih dari 4 orang itu berhasil masuk, setelah berhasil mencungkil jendela kaca bagian belakang.

2 pelaku masuk ke dalam kamar, kemudian mengalungkan celurit ke leher korban dengan mengancam membunuh. Setelah itu, pelaku mengikat tangan dan kaki korban menggunakan tali rafia sambil melakban mulut korban.

Perpanjang Pencarian Lionel Du Creaux, Gunakan Drone Tetap Nihil

“Indanan Zulfia (44), istri korban dan Ana Humairoh (18), anak perempuan korban, juga diikat kemudian disekap di kamar tengah,” ungkap Buasan, salah satu kerabat
korban saat ditemui sejumlah media, Jum’at (17/6).

Kawanan perampok langsung membawa kabur harta benda milik korban, melalui pintu belakang. Tak lama kemudian, korban berhasil melepaskan diri dari ikatan tali, kemudian meminta tolong kepada warga sekitar rumahnya, dilanjutkan ke Kepala Desa (Kades) setempat dan Polsek Pasrujambe.

”Pak Kampung dan Pak Inggi datang dulu, kemudian disusul oleh beberapa petugas dari Polsek Pasrujambe. Ngomong kerugian korban, ya sekitaran 37 jutaan itu. Belum termasuk jendela dan pintu yang rusak rusak itu Mas,” jelas Buasan.

Pasang iklan Gratis..!! Hubungi 085204569300

Sementara itu Kapolsek Pasrujambe, Iptu Ponsen Dadang ketika dikonfirmasi Memo Timur membenarkan kejadian itu. ”Kasus itu sudah ditangani oleh unit Reskrim Polsek Pasrujambe, saat ini masih dalam penyelidikan. Mudah-mudahan segera memperoleh petunjuk agar kasus ini segera terungkap,” tegas Iptu Ponsen Dadang.(cho)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top