Ad

Memo Timur Lumajang
7 June 2016

Rumah Warga Terdampak Abrasi, BPBD Lakukan Kalkulasi

Posted by on 7 June 2016

Lumajang, Memo Timur_Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mulai melakukan pengkajian atas dampak gelombang pasang yang terjadi di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian yagn terjadi Minggu (5/6).
Hendro Wahyono


Pengkajian dilakukan untuk menentukan rincian kerusakan secara total, sehingga dapat menentukan penanganan lebih lanjut. Hasil kajian juga akan diserahkan be Bupati As’at Malik untuk pencairan bantuan.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD, Hendro Wahyono, mengatakan, puluhan personel BPBD sudah berada di lokasi bersama-sama dengan relawan lainnya. Mereka melakukan pembersihan serta penanganan awal.

Sudah ada tim BPBD dan relawan di sana, secepatnya akan kembali memberikan informasi secara lengkap terkait dampak kerusakan akibat gelombang pasang yang terjadi,” ujar Hendro pada wartawan, Senin (6/5).

Saat ini, para warga yang tempat tinggalnya terdampak langsung sementara mengungsi di rumah tetangga atau saudara yang dinilai lebih aman. “Sudah diupayakan pengungsian ke tempat yang lebih aman,” lanjut Hendro.

Adu Mulut, Warga Tewas Dibacoki Geng Motor

Untuk segala potensi susulan dari peristiwa ini, pihak BPBD masih belum bisa memprediksi. Pasalnya pengkajian dan pendataan masih belum selesai dilakukan. Namun melihat potensi bahaya di pantai selatan, ia menyebutkan ada 5 kecamatan rawan terjangan gelombang pasang.

Hendro menyebutkan, selain Pasirian, sebelumnya Tempursari dan Yosowilangun telah terdampak langsung gelombang pasang yang mengakibatkan terjadinya abrasi. “Sedangkan Tempeh dan Candipuro juga masih dinilai rawan terdampak,” ujra Hendro.

Seperti diberitakan, gelombang pasar setinggi 3 meter terjadi di Pantai Watu Pecak dan mengakibatkan 1 rumah romboh dan sejumlah rumah lainnya terendam pasir. Tak hanya itu, air laut juga merusak lahan pertanian milik warga setempat.

“Selain rumah warga, terjangan gelombang juga merusak lahan pertanian dan tidak bisa diperbaiki lagi,” terang Hendro.

Sementara itu, pegiat konservasi lingkungan Lumajang, Aak Abdullah Al Kudus selaku Koordinator Laskar Hijau secara terpisah mengatakan, naiknya air laut akibat gelombang dari pembiaran atas penambangan di pesisir selatan selama ini.
“Jangan menyalahkan Allah SWT atas bencana ini. Tapi salahkan kita sendiri karena telah lalai dan merusaknya," ujarnya. (cw)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top