Zaufi Pengrajin Mercon, Lebaran di SelMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
17 Juni 2016

Zaufi Pengrajin Mercon, Lebaran di Sel

Posted by on 17 Juni 2016

Lumajang, Memo Timur_Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang menggerebek sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat usaha pembuatan mercon berbagai ukuran, yang terletak di Dusun Sumber Tumpang, Desa Ranuwurung, Kecamatan Randuagung.


Dalam penggerebekan itu, petugas berhasil mengamankan seorang pria bernama Zaufi (33), warga setempat yang diduga sebagai peracik mercon. Sejumlah barang bukti juga diamankan oleh petugas, diantaranya berupa tiga karung berisi mercon setengah jadi, seperangkat alat membuat mercon dan bahan peledak jenis mesiu potasium, belerang dan bron cat warna merah.

Juga diamankan oleh petugas, 3 buah unit sepeda motor berbagai merk dan mercon yang sudah jadi dan siap  dijual. “Jumlah mercon itu sedikit dan sudah diamankan untuk dimusnahkan,” ungkap Kapolres Lumajang, AKBP Raydian Krokosono kepada sejumlah media saat press release, Kamis (16/6), sekitar pukul 10.00 WIB di loby Polres Lumajang.

Saat diinterograsi oleh penyidik, diperoleh keterangan dari Zaufi bahwa kegiatan seperti ini rutin dilakukan setiap satu tahun sekali menjelang lebaran Idul Fitri. Dia juga mengaku melakukan usaha
mercon itu sejak tahun 2014 yang lalu, bersama seorang rekannya bernama Rohman, yang kini masih dalam pengejaran Sat Reskrim.

Berawal dari Pesta Miras, Berakhir pada Perkosaan

“Kami pastikan tidak lama lagi, si Rohman itu tertangkap oleh anggota yang memburunya. Apalagi keberadaannya sudah terendus. Ya tinggal menunggu waktu yang tepat saja Mas,” ungkapnya lagi.

Saat ditanya dari mana bahan peledak itu diperoleh, dengan tegas AKBP Raydian Krokosono menyampaikan, sesuai pengakuan pelaku, jika bahan peledak itu dibeli  dari toko Sinar Agung yang terletak di Kota Pasuruan dan kini masih dalam penyelidikan.

Pasang iklan Gratis..!! Hubungi 085204569300


Akibat kelakuannya itu, Zaufi yang informasinya dikenal sebagai sosok pria pendiam di lingkungannya itu, langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolres Lumajang, dijerat pasal 1 ayat 3 UU Darurat No 12 Tahun 1951 diancam hukuman paling lama 12 Tahun penjara.

“Mungkin saja pelaku ini juga ada keterkaitan dengan sejumlah kasus pelemparan bondet. Yang jelas kasus ini masih terus kami dalami guna mengungkap semua kecurigaan itu Mas,” pungkasnya.(cho)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top