Ad

Memo Timur Lumajang
20 July 2016

Diduga Terlibat Kasus Pasir, Kabag Ekonom Ditahan

Posted by on 20 July 2016

Memo Timur - Setelah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dengan status sebagai saksi, Senin (18/7), Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Lumajang, Ninis Rindhawati kemudian berubah statusnya dan ditetapkan sebagai tersangka.
http://www.memolumajang.com


Mantan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lumajang itu, kini ditahan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim dan dititipkan di Lapas Kelas I Medaeng.

Dari informasi yang dihimpun, Ninis diduga terlibat tindak pidana korupsi penambangan pasir besi di Desa Bades, Kecamatan Pasirian yang dikelola oleh PT Indonesia Minning Modern Sejahtera (IMMS). Dalam kasus ini terdapat kerugian negara mencapai hingga Rp 79 miliar. Penambang Tewas Teruruk Longsor Pasir.

Keterlibatan Ninis, karena mengeluarkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) penambangan pasir besi dari PT IMMS. Setelah keluarya AMDAL, PT IMMS akhirnya menambang dan mengeruk keuntungan dari penambangan pasir yang diduga belum mengantongi izin.

Ninis dijerat Pasal 3 Ayat (1) Undang Undang Nomor 31 tahun 2009 tentang tindak pidana korupsi. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. Karena Warisan, Samsul Dalangi Pembunuhan Berencana.

Selain Ninis, dalam kasus ini Kejati Jatim telah menahan 3 tersangka lain. Ketiganya adalah Direktur PT IMMS Lam Cong San, Ketua Tim Teknis Dokumen Amdal Pemkab Lumajang, Abdul Ghofur dan Dosen Unibraw, Ir Abdul Rahem Faqih yang juga selaku Wakil Direkrur PT IMMS.

Sementara Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Bagian Hukum, saat dikonfirmasi, juga membenarkan adanya berita tersebut. “Sebelumnya jadi saksi terkait kasus pasir besi, kemudian ditetapkan jadi tersangka dan ditahan,” ujar Kepala bagian Hukum, Ahmad Taufik Hidayat, Selasa (19/7).

Usai mendapat kabar penahan ini, lanjut Taufik, Pemkab Lumajang melakukan koordinasi dan mengupayakan penangguhan yang sudah disampaikan kepada penyidik. Selanjutnya Ia diperintah untuk melakukan konsultasi ke Biro Hukum Provinsi Jawa Timur. Manfaat Lain dari Pasta Gigi untuk Obat.

“Upaya penangguhan sudah disampaikan kepada penyidik karena sudah ketemu dengan penyidik,” jelasnya.

Terkait penahan ini, sejumlah LSM mulai menyoroti tindakan hukum yang dilakukan oleh Kejati yang dirasa belum maksimal. Ketua LSM Lumajang Bangkit, Nanang Hanafi menyampaikan agar Kejati tidak hanya fokus kepada Ninis saja. Karena ia menduga, Ninis hanyalah korban dari kasus pasir besi ini.

“Saya lihat dulu dalam proses kasus ini. Misalkan tidak adil, saya akan membawa kasus ini ke Jakarta,” tegasnya. Dua Pejabat Diperiksa Kejati.

Senada dengan Nanang, Ketua LSM Indonesia Bureaucracy Watch (IBW) Mujibul Choir, meminta agar Kejati berlaku adil dan tidak tebang pilih dalam penanganan kasus ini. Ia menegaskan, siapapun yang terlibat harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Apalagi info yang berkembang sejak 2 bulan terakhir ada pejabat yang telah dikondisikan melalui pihak ketiga, agar terlepas dari kasus ini dengan menyetor rastusan juta. Dan dugaan suap itu sudah kami laporkan ke Kejagung,” kata Choir. Korupsi Genset Diganjar 3 Tahun. (cw)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top