Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi Belajar LP2B ke LumajangMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
12 Juli 2016

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi Belajar LP2B ke Lumajang

Posted by on 12 Juli 2016

MemoTimur - Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi melakukan studi banding ke Dinas Pertanian Lumajang soal proses penyusunan dokumen Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
www.memolumajang.com


Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Pertanian, Paiman menyampaikan, LP2B adalah program Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pertanian yakni untuk upaya pelestarian dan pengamanan lahan sawah sebagai penghasil utama pangan. Bahkan LP2b telah diajukan sebagai gerakan nasional melalui Aksi Gerakan Nasional Pemantapan LP2B (Soganas Mantap LP2B).

Semenjak tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah melakukan koordinasi dengan Jajaran Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) Pertanian Setjend Kementerian Pertanian RI. Yakni terkait pelatihan teknik digitasi kepemilikan lahan sawah dan ditindak lanjuti kegiatan realisasinya.
Klik download Aplikasi Memo Timur
“Hasil digitasi berupa peta kepemilikan lahan sawah tingkat desa/ lurah dengan skala 1 banding 2000 sampai 7000,” ujar Paiman.

Selanjutnya, hasil digitasi ini akan ditandangani oleh lurah/ kepala desa dan selambat-lambatnya selesai pada awal 2017. Hasilnya kemudian akan diajukan ke DPRD Lumajang dalam bentuk raperda dan dibahas menjadi Perda.

“Dalam rangka mewujudkan Raperda dan atau Perda LP2B yang implementatif, sangat dibutuhkan masukan dan koreksi semua pihak utamanya pemerintah propinsi dan atau pemerintah pusat,” ujarnya.

Dalam pengoptimalan penyusunan dokumen LP2B, Pemerintah Kabupaten Lumajang tak membiarkan Dinas Pertanian bekerja sendiri namun menggandeng pihak lainnya. Seperti melibatkan aktif instansi jajaran SKPD dan instansi terkait.

Tak hanya itu, yang juga ikut terlibat diantaranya Tim Anggaran Pemerintah Daerah, Mitra Kerja DPRD, Unsur Pemerintah Desa/ Kelurahan, Babinsa, Babinkamtibmas, Kelompokm Tani, HIPPA, serta tokoh masyarakat.

“Sementara penggerak utamanya adalah Penyuluh Pertanian Lapangan,” kata Paiman. (cw)

Baca:

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top