Hot News

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Peristiwa

Publik

Pemerintahan

Kriminal

Wisata

» » » » » F-PDIP Soroti Penahanan Kabag Ekonomi

Memo Timur - Penahanan Kepala Bagian Ekonomi, Ninis Rindhawati oleh Kejaksan Tinggi Jawa Timur atas Kasus Pasir Besi PT. IMMS mendapat ragam komentar dari kalangan dan pemerintahan di Lumajang.
http://www.memolumajang.com/


Ninis ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat karena mengeluarkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) penambangan pasir besi dari PT IMMS. Saat itu Ninis menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan menjadi Ketua Pokja AMDAL.

Terkait penahanan ini ditanggapi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lumajang. Fraksi PDIP menilai, selain menjadi tersangka Ninis diduga juga sebagai korban. Diduga Terlibat Kasus Pasir, Kabag Ekonom Ditahan.

Pasalnya dalam Undang-Undang No.4 Tahun 2009 tentang Mineral Batu Bara, tidak diatur oleh Pokja seperti yang dibentuk untuk penambangan PT. IMMS. “Ia sebagai tersangka dan korban,” ujar Juru Bicara fraksi PDIP Mistahul Umam ketika menyampaikan pandangan umum fraksi dalam Rapat Paripurna.

Lanjutnya, ke depan Pemerintah diminta untuk lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan dan bisa mengambil hikma dan pelajaran dari kasus ini. Sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi. Karena Warisan, Samsul Dalangi Pembunuhan Berencana.

“Hal ini menjadi kritikan fraksi, dan semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi di Lumajang,” ujarnya.

Sementara tindakan dari Pemrintah Kabupaten Lumajang sendiri, terkait penahan ini, yakni melalui Bagian Hukum telah meminta penangguhan penahan kepada jaksa. Selain itu permintaan pemindahan tahanan dari Lapas Medaeng ke Lapas Kelas IIB Lumajang juga sudah disampaikan. Abu Vulkanik Bromo Hujani Puncak B29.

“Sudah kita sampaikan pada jaksa, untuk melakukan penangguhan penahanan dan pemindahan,” ujar Kepala bagian Hukum, Ahmad Taufik Hidayat. (cw)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: