Gadis Tuna Netra Jadi Budak Sex Pria BeristriMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
26 Juli 2016

Gadis Tuna Netra Jadi Budak Sex Pria Beristri

Posted by on 26 Juli 2016

Memo Timur - Biadab, apa yang dilakukan Husnan (38), warga Dusun Krajan, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun ini. Meski sudah memiliki istri dan anak, ia malah tega memperkosa Bunga (17), gadis yang mengalami cacat mata asal Dusun Talsewu, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun. Ironisnya, aksi bejat pelaku itu sudah dilakukan lebih dari 6 kali di rumah korban saat rumah dalam keadaan sepi dan di pinggir rawa-rawa.
http://www.memolumajang.com


Aksi bejat pelaku itu dipergoki langsung oleh ibu korban pada Minggu (24/7) pagi, sekitar pukul 09.10 WIB. di rumah korban yang saat itu sedang kondisi sepi. Seperti biasa, pagi itu ibu korban sedang mencari bengok (jenis tumbuhan yang hanya hidup di rawa-rawa) di rawa yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya.

Dalam kesehariannya, korban memang hidup berdua bersama ibunya yang menjanda karena ayahnya pergi ketika korban masih bayi. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, ibu korban terpaksa mencari bengok. Pada saat pulang dari rawa, ibu korban curiga karena rumahnya dalam keadaan sepi dan terkunci. Congkel Jendela, Edi Perkosa Gadis Bawah Umur

Penasaran, ibu korban lalu berjalan menuju belakang kemudian mendobrak pintu dapur yang terbuat dari anyaman bambu. Alangkah terkejutnya ibu korban setelah pintu terbuka. Sebab, di dalam rumahnya ada seorang laki-laki yang dikenalnya sedang mengenakan baju dan celana dengan tergesa-gesa. ”Waktu itu, ibu korban mendapati anak perempuanya tergeletak di ranjang dengan kondisi lemas,” terangnya.

Mengetahui hal itu, ibu korban kemudian marah-marah kepada lelaki tersebut sambil menanyakan perbuatan apa yang telah dilakukan kepada anak perempuannya itu. Mendapat pertanyaan itu, pelaku malah marah kepada ibu korban sambil berjalan ke luar rumah lalu kabur mengendarai sepeda motor Suzuki Smash warna biru yang disembunyikan pelaku di belakang rumah korban. Dosen Unbraw jadi Tersangka Baru Kasus Pasir?

Warga yang mendengar keributan tesebut, lalu berdatangan ke rumah korban untuk mencari tahu kejadian yang sebenarnya. Kepada para warga itulah, ibu koran lalu menceritakan jika dirinya sempat memergoki Bunga (korban-red) telah disetubuhi oleh pelaku (Husnan-red) yang tak lain tetangga dusun.

Warga yang masih penasaran, lalu menanyakan hal itu kepada korban sendiri. Di hadapan ibu kandung dan warga, korban bercerita kalau dirinya sering ditiduri oleh pelaku ketika rumahnya dalam keadaan sepi. Bahkan ia mengaku, perbuatan bejat itu dilakukan pertama kali oleh pelaku ketika dirinya diajak ibunya mencari bengok di rawa. Remaja 14 Tahun, Setubuhi Bocah 4 Tahun

“Pada saat saya menunggu ibu di tepi rawa, saya diajak gituan sambil diancam akan dibunuh kalau tidak mau,” terang korban dengan polos. Setelah kejadian itu, pelaku selalu datang ke rumah korban untuk melampiaskan nafsu bejatnya ketika ibunya sedang berangkat ke rawa untuk mencari bengok.

“Setiap kali diajak gituan, saya selalu diancam akan dibunuh kalau menolak. Bahkan setelah gituan, saya dipesani agar tidak cerita kepada orang lain, apalagi kepada ibu. Kalau cerita, saya akan dibunuh,” aku korban lagi.

Dari pengakuaan korban itulah, ibu kandung bersama warga melaporkan aksi bejat pelaku kepada Polsek Yosowilangun. Untuk memastikan laporan tersebut, petugas lalu membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang untuk dilakuka visum. Hasilnya, selaput korban robek dan ada bekas sperma di kemaluan korban. Lumajang Raih 4 Penghargaan Lain dalam Bidang Lingkungan Hidup

Sementara itu, Kapolsek Yosowilangun, Iptu Suhari melalui Kanit Reskrim, Aiptu Kuncoro membenarkan tentang tindakan asusila yang dilakukan oleh pelaku terhadap gadis tuna netra (cacat mata) yang masih di bawah umur itu. Bahkan ketika dilakukan pemeriksaan, dokter juga mengatakan positif.

”Kemarin dokter sempat mengatakan kalau selaput korban sudah robek dan ada bekas sperma pada kemaluan korban. Namun untuk memperkuat laporan itu, kami masih menunggu hasil visumnya,” ujar Aiptu Kuncoro ketika dikonfirmasi Memo Timur melalui ponselnya. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top