Ad

Memo Timur Lumajang
19 July 2016

Karena Warisan, Samsul Dalangi Pembunuhan Berencana

Posted by on 19 July 2016

Memo Timur - Sesuai janji Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Tinton Yudha Riambodo, bahwa pada Senin (18/7), pagi pihaknya akan melakukan release tentang ungkap pembunuhan berencana yang dialami oleh Sana (49), asal Desa Wonogriyo, Kecamatan Tekung, ternyata ditepati. Dalam press release pagi itu, hanya diwakili oleh KBO Satreskrim Polres Lumajang, Iptu Sajito bersama anggota Satreskrim.
http://www.memolumajang.com


“Kebetulan, Bapak Kapolres bersama Kasat Reskrim sedang ada acara di Polda Jatim, terpaksa release ini kami gelar bersama anggota” ujar Iptu Sajito mengawali press release kepada para wartawan yang hadir. Selain mendatangkan para tersangka, semua barang-bukti yang berhasil disita dari tangan para pelaku juga pampangkan termasuk sehelai kain jarik milik korban yang berlumuran darah serta sepasang sandal jepit.

Dari hasil keterangan para tersangka, mereka nekat melakukan pembunuhan kepada korban lantaran mendapat imbalan dari tersangka Samsul Hadi (47), selaku adik kandung korban yang juga sebagai dalang dari aksi pembunuhan berencana tersebut. ”Masing-masing para tersangka mendapat imbalan uang sebesar 4 sampai 5 juta rupiah,” terangnya. Dua Pejabat Diperiksa Kejati.

Adapun motif dari aksi pembunuhan berencana tersebut, dipicu lantaran Samsul Hadi (tersangka otak pembunuhan sekaligus penyandang dana-red) merasa sakit hati karena tidak merasa mendapat jatah dari penjualan tanah warisan milik almarhum orang tuanya. “Pelaku sakit hati, karena tidak mendapat bagian dari penjualan tanah warisan, lalu ia menyuruh orang untuk membunuh korban,” paparya.

Konon kabarnya, uang hasil penjualan tanah warisan itu malah dihabiskan untuk berfoya-foya oleh suami korban bernama Hormat (50), yang konon kabarnya juga memilki ilmu hitam (santet). Merasa sakit hati itulah, lalu Samsul Hadi menyuruh 5 pelaku untuk membunuh Hormat yang tak lain adalah suami kakaknya sendiri. Cara Mudah Hancurkan Virus HIV Aids dengan Sengat Lebah.

Adapun nama-nama dari pelaku pembunuhan atau eksekutor di lapangan adalah, Rosep, Zaelani, Rudiyanto, Rudi Hartono dan MAD. Sayangnya, pada saat beraksi kelima pelaku itu salah sasaran malah membunuh Sana (kakak kandung Samsul Hadi). Korban dibantai pada saat terlelap tidur sendirian di kamar ruang depan. Sedangkan Hormat (target) tidur di kamar tengah rumahnya di Desa Wonogriyo, Kecamatan Tekung.

Butuh waktu sekitar 6 bulan, tepatnya pada Jumat (15/7), jajaran Satuan Reskrim Polres Lumajang berhasil mengungkap 7 pelaku aksi pembunuhan berencana. Mereka adalah, Rosep (20), asal Dusun Sukorame, Desa Sukosari, Kecamatan Kunir. Ahmad Abdul Kodir Zaelani (21), asal Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir. Mus Mulyadi (24), asal Desa Karangrejo, Kecamatan Yosowilangun.Celoteh Rosep, Ungkap Kasus Pembunuhan

Samsul Hadi (47), Asal Dusun Tulusmulyo, Desa Karangrejo Kecamatan Yosowilangun. Rudiyanto (30), asal Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Rudy Hartono (30), asal Desa Jatirejo, Kecamata Kunir. Sedangkan 1 pelaku berinisial MAD masih kabur namun alamat sudah dikantongi petugas. Penjudi Cap Jie Kie Tidak Ditangkap, Hanya Dibubarkan.

Adapun barang-bukti (BB) yang berhasil disita dari para pelaku adalah, 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hitam milik Rudiyanto. 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter warna silver milik Mulyono, 1 unit sepeda motor Honda Astrea Grand warna hitam milik Zaelani. 3 potong tali rafia warna biru dan kuning, sepasang sandal milik korban, sehelai kain jarik milik korban, sampel darah korban dan 5 buah sajam jenis celurit. (tri)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top