Korupsi Genset Diganjar 3 TahunMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
19 Juli 2016

Korupsi Genset Diganjar 3 Tahun

Posted by on 19 Juli 2016

Memo Timur - Salah seorang terdakwa korupsi pengadaan generating set (genset) Rumah Sakit Umum dr Haryoto tahun 2009 dieksekusi. Terdakwa yakni Adi Sutanto, merupakan mantan pejabat Pelaksana kegiatan (PPK) RSUD dr. Haryoto.
http://www.memolumajang.com/


Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Lumajang, Hamidi saat dikonfirmasi mengatakan, terdakwa kini sudah dijeploskan ke Lapas Kelas II B Lumajang. “Sudah kami limpahkan ke Lapas,” jelas Hamidi saat ditemui di ruangannya.

Hamidi menguraikan, terdakwa dijerat perkara korupsi pengadaan genset rumah sakit. Terbukti secara hukum ada main dengan pihak rekanan CV Jaya Makmur asal Jember, yakni Sukirman Hadi. Abu Vulkanik Bromo Hujani Puncak B29.

“Yang tiga bulan lalu, direktur CV tersebut sudah dieksekusi dengan vonis kurungan MA selama 3 tahun,” ungkapnya.

Eksekusi ini dilakukan berdasarkan putusan MA nomor 651/K/Pid.sus/2014 yang baru diterima sebelum lebaran kemarin. Terdakwa kelahiran 5 Juli 1960 ini divonis 4 tahun kurungan. Dengan tuntutan terbukti korupsi dan melanggar pasal 3 ayat 1, Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Hamidi menjelaskan, dari perbuatan terdakwa kerugian negara mencapai Rp 413.047.632. Dari pengadaan genset total senilai Rp 1.5 miliar dari APBD Lumajang tahun anggaran 2009 di bulan Oktober.Makna Lain Lebaran, Barometer Kesuksesan.

Sutanto, kata Hamidi berani menjadikan dasar harga penawaran CV walaupun tidak memenuhi syarat/grade. Harga tersebut kemudian dijadikan acuan untuk proses tender. Bahkan, juga menambahkan harga satuan sebesar 10 persen untuk keuntungan rekanan tanpa melibatkan anggota panitia yang lain pembayaran tender.

Perkara yang menjerat Adi Sutanto ini sejatinya cukup panjang. Pasalnya, ketika dulu penanganan korupsi masih ditangani PN Lumajang, dia sempat divonis bebas oleh majelis hakim di PN Lumajang. Vonis bebas tahun 2012 itu kemudian dinilai janggal oleh Jaksa Penuntut Umum (PJU). Terlilit Hutang, IRT Tewas Gantung Diri.

“Jaksa kemudian melakukan kasasi. Baru mendapat putusan tahun 2014 lalu dari MA bahwa kasasi JPU menang di MA,” jelasnya. (cw)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top