Ad

Memo Timur Lumajang
21 July 2016

Mantan Ketua UPK PNPM Rowokangkung Ditahan

Posted by on 21 July 2016

Memo Timur - Kejaksaan Negeri Lumajang melakukan penahanan terhadap mantan ketua UPK Rowokangkung, Tri Lestari Sugiarti telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penyalah gunaan anggaran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
http://www.memolumajang.com


Penahanan Tri Lestari ini diawali dari pemanggilannya ke kantor kejaksaan untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah menjalani pemeriksaan, hasilnya kemudian ia langsung ditetapkan sebagai tersangka dan kemudian dititipkan di lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lumajang.

Kasi perdata dan Tata Usaha Negara (Kasidatun) Kejaksaan Negeri Lumajang, Dodi Gozali Email SH., MH., saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa pihaknya melakukan penahanan terhadap tersangka atas Perkara tindak pidana korupsi. “Terkait dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP),” jelasnya. Vonis Kasus Salim Kancil, Jaksa Ajukan Banding.

Lestari kata Dodi dipandang sudah memenuhi unsur dijadikan tersangka dan dilakukan penahanan. Alasannya, dari hasil penyelidikan, yang bersangkutan telah diduga merugikan negara sekitar Rp 223 juta rupiah.

Maka dari itu, penyidik kata dia akan melakukan proses penyidikan lebih lanjut dan menyelesaikan berkas. “Untuk bahan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri tindak pidana korupsi (Tipikor) Jawa Timur,” terangnya. F-PDIP Soroti Penahanan Kabag Ekonomi

Selanjutnya Lestari harus meringkuk di balik jeruji besi. Untuk melewati masa-masa penahanan selama 20 hari ke depan. Setelah selesai proses penyidikan, baru kemudian berkas dilimpahkan pada penuntut umum lalu diajukan ke pengadilan sampai mendapat putusan inkrah.

Untuk diketahui, Lestari adalah ketua UPK PNPM Rowokangkung sejak 2011 lalu. Kasus yang menjeratnya terjadi pada tahun 2014. Berawal dari temuan Badan Pengawas UPK (BP UPK) Rowokangkung yang diketuai Achmad Solikin. Disinyalir adanya penyalah gunaan pinjaman ratusan juta yang tercecer di puluhan kelompok. Dua Pejabat Diperiksa Kejati.

Kemudian, dugaan itu ditindaklanjuti dengan membentuk tim audit. Hasilnya, tim audit yang telah melakukan klarifikasi dan konfirmasi pada setiap kelompok menemukan ratusan pinjaman yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. “Temuannya riil, kami konfirmasi ternyata memang ada penyalah gunaan dan penggelapan,” jelasnya. (cho)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top