Ad

Memo Timur Lumajang
27 July 2016

Masih Ada 24 Titik Tambang Pasir Ilegal

Posted by on 27 July 2016

Memo Timur - Aktifitas penambangan pasir secara ilegal nampaknya masih menjadi problema di Lumajang. Pasalnya, meski upaya penertiban terus dilakukan, di sejumlah titik masih terdapat aktifitas penambangan yang dilakukan tanpa mengantongi izin.
http://www.memolumajang.com


Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang, Basuni mengatakan, dari pemantauan yang sudah dilakukan oleh pihaknya, setidaknya ada 24 titik yang menjadi lokasi penambangan ilegal. Namun semua titik ini merupakan penambangan yang dilakukan secara tradisional oleh masyarakat setempat.

“Penambang tradisional semua, bukan dari sebuah perusahaan,” ujar Basuni pada sejumlah wartawan, Selasa (26/7). Pembunuh Gadis dalam Sarung Tertangkap

Basuni menjelaskan, 24 titik lokasi penambangan yang dimaksud tersebar di wilayah selatan Lumajang. Diantaranya di Kecamatan Candipuro, Tempeh, Pasirian, dan Pronojiwo. “Yang paling banyak di Desa Pandanarum Tempeh,” jelasnya.

Ia menegaskan, upaya penertiban sudah dilakukan di semua titik tersebut. Bahkan saat petugas datang, para penambang tak melakukan perlawanan dan membubarkan diri, namun usai petugas menghilang, mereka kembali datang melakukan penambangan lagi. Abu Vulkanik Bromo Hujani Puncak B29

“Jadi kalau kita datang, mereka menghilang, alat-alat mereka juga kita amankan. Namun kalau kita sudah tidak ada mereka datang lagi,” sambung Basuni.

Kendala penertiban di tambang tradisional, kata Basuni, karena penambang adalah masyarakat setempat yang sudah lama melakukan aktifitas penambangan di lokasi tersebut dan menjadikan sumber mata pencaharian. Sehingga meski sudah dijelaskan, mereka tetap saja membangkang. Lumajang Optimis Raih WTN 2016

“Sekali lagi, mereka alasannya adalah soal perut, menambang untuk biaya makan saja,” kata Basuni.

Ditanya bagaimana solusi yang tepat bagi mereka, Basuni menjelaskan, mereka harus mengurus izin terlebih dulu. Namun saat ini sudah banyak izin yang diajukan ke provinsi dan masih dalam proses dan belum turun. “Satu-satunya solusi ya mereka harus mengurus izin,” tegas Basuni. Gadis Tuna Netra Jadi Budak Sex Pria Beristri

Upaya penertiban, kata Basuni juga bukan hanya dilakukan oleh Satpol PP saja. Operasi gabungan bersama Polres Lumajang juga sering dilakukan. Bahkan operasi juga sering dilakukan pada malam hari dan lokasi yang sulit dijangkau seperti di Kecamatan Pronijowo. (cw)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top