Ombudsman: Kami Datang Untuk Selesaikan Masalah Bukan Cari MasalahMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
29 Juli 2016

Ombudsman: Kami Datang Untuk Selesaikan Masalah Bukan Cari Masalah

Posted by on 29 Juli 2016

Memo Timur - Sebanyak 100 undangan perwakilan dari jumlah keseluruhan 723 Kepala Keluarga (KK) penggarap lahan milik PT. Aneka Usaha Perkebunan (AUP) di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian. Pada Kamis (28/7), siang mendapat kunjungan dari Ombudsman terkait permasalahan yang dialami oleh pihak penggarap dengan PT. AUP tesebut. Ombudsmen berjanji, jika ia datang untuk menyelesaikan masalah bukan mencari masalah.
http://www.memolumajang.com/


Acara dialog antara perwakilan penggarap lahan dengan Ombudsman dilaksanakan di Balai Desa Selok Awar-Awar dengan dihadiri Muspika Pasirian serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Herannya, acara tersebut juga mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan TNI.

Acara diawali sambutan dari PLt Kepala Desa Selok Awar-Awar, Rahmad, yang mengaku senang atas terselenggaranya acara tersebut juga antusias masyarakat yang hadir pada kesempatan itu. “Sebelumnya, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang hadir pada kesempatan ini,” ujar lelaki yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Desa Selok Awar-Awar. Lestarikan Budaya, 9 Dalang Main di Satu Panggung dalam Semalam

Selanjutnya, Ombudsman Republik Indonesia (RI) melalui asisten perwakilan Jawa Timur, Nuriyanto didampingi 2 rekannya yaitu Ulum Munari dan Hadi S. Menjelaskan, bahwa Ombudsman itu berasal dari bahasa Swedia yang berarti penengah. Adapun maksud dan tujuannya adalah untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang dialami oleh masyarakat selaku penggarap dengan PT. AUP pemilik lahan di kawasan Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian. PT PSDA Tebang Pilih Dalam Urusan Perijinan?

Pada kesempatan tesebut, Ombudsman minta kepada perwakilan pihak penggarap menyampiakan pendapat tentang apa yang menjadi keluh kesahnya. Dengan demikian, apa yang menjadi keluhan masyarakat khususnya penggarap lahan itu bisa dipahami. “Kami minta perwakilan dari yang hadir siang ini untuk menyampaikan apa yang menjadi keinginan bersama,” ujar Nuriyanto.

Abdul Hamin Supilin (47), salah satu perwakilan mereka mengaku lega dengan adanya Ombudsman yang mau menjembatani masalah yang selama ini dipendam oleh pihak penggarap atau penyewa dengan PT. AUP. Ia minta, lahan yang sebelumnya disewa dari pihak PT AUP menjadi tanah pajak. “Kalau bisa, tanah yang kami kelolah bertahun-tahun lamanya dijadikan tanah pajak milik masyarakat,” ujarnya. Simpan 3 Poket Sabu Pemuda Lugu Masuk Bui

Sehingga, pihak pengelolah tidak lagi membayar sewa kepada PT. AUP tetapi membayar pajak atas tanah yang selama ini dikelolahnya. Usulan tersebut, juga diperkuat oleh pernyataan Sudiyah (40), salah satu ibu rumah tangga yang menggarap lahan PT AUP itu. Sebab ketika ditanami tembakau, pihak PT. AUP sendiri tidak mau membeli tembakau tanamanya itu. “Kalau demikian, kami yang rugi,” jelasnya. Bupati Sebut ada 2 Sebab Gagal Raih Adipura 2016

Dari beberapa usulan yang masuk, akhirnya pihak Omudsman sanggup menyampaikan apa yang menjadi harapan masyarakat. Namun demikian, harus ada 5 orang perwakilan yang selanjutnya dikirim ke Surabaya. “Karena lahannya dibagi delapan blok, maka kami minta perwakilan delapan orang untuk mewakili masing-masing blok,” pungkas Nuriyanto. (tri)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top