Ad

Memo Timur Lumajang
20 July 2016

Penambang Tewas Teruruk Longsor Pasir

Posted by on 20 July 2016

Memo Timur - Naas yang dialami oleh Budi Purnomo (40), warga Dusun Kalipancing bersama rekan kerjanya Wahyudi (26), asal Dusun Dampit yang sama-sama masuk wilayah Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh. Ketika sedang asik menggali pasir di bawah tebing, mereka tertimpah dan teruruk tebing pasir yang longsor. Akibatnya, Budi Purnomo tewas di tempat kejadian, sedangkan Wahyudi selamat dan hanya mengalami luka ringan.
http://www.memolumajang.com


Peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/7), siang, sekitar pukul 10.30 WIB. di lokasi penambangan pasir yang ada di wilayah Dusun Sampit, Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh. Informasinya, setiap hari keduanya memang menambang di lokasi itu dengan menggunakan alat manual, cangkul dan sekrop. Setiap hari mereka selalu berdua,” terang Yono (52), sesama penambang pasir di lokasi itu.

Ketika keduanya asik mengeruk bagian bawah tebing pasir tersebut, mendadak pasir yang ada di atas tebing itu longsor dan langsung menimpa dan menguruk keduanya. Wahyudi yang tahu lebih dulu jika pasir di atasnya longsor, sempat mengindar meskipun sebagian anggota tubuhnya sudah teruruk pasir. Kemeterian Koordinator Kemaritiman Lakukan Penajaman Destinasi Wisata TNBTS.

Sedangkan Budi Purnomo (korban-red) tidak sempat menghindar karena tebing yang longsor itu persis berada di atasnya. Hanya dalam hitungan detik, tubuh korban sudah tidak terlihat karena teruruk pasir. Sementara itu, Wahyudi yang berusaha menolong tidak berdaya karena ia sendiri sebagian tubuhnya juga teruruk pasir.

Sementara itu, Budi Purnomo yang saat itu sedang menggali pasir dengan posisi menunduk, tidak tahu jika tebingnya longsor. Tak pelak, korban tidak bisa menyelamatkan diri karena tubuhnya tertimpa dan teruruk pasir dari atas tebing. ”Saat itu longsoran pasir sempat menghantam punggung korban dengan keras,” ujar Wahyudi. Menulispun Dapat Rupiah Tanpa Iklan dan Tipu-Tipu dengan Blogger.

Melihat tubuh temannya itu hilang dimakan runtuhan pasir tersebut, Wahyudipun berteriak minta tolong kepada warga yang ada di dekat lokasi itu. Mendengar teriakan tersebut, puluhan warga yang saat itu sedang beraktifitas berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Minimnya alat yang ada di lokasi itu, wargapun beramai-ramai melakukan pengerukan dengan menggunakan cangkul dan sekrop.

Setengah jam kemudian, tubuh korban berhasil diangkat, namun kondisinya sudah lemas karena sudah tidak bernyawa. Diduga, korban tewas karena tidak bisa bernafas ketika berada di dalam pasir, “Korban tewas karena hampir setengah jam teruruk pasir sehingga tidak bisa bernafas,” terangnya. Diduga Mesum, Warga Amankan 2 Pasang Muda Mudi.

Setelah tubuh korban berhasil diangkat, wargapun mengantar jasad korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab pasti dari kematian korban. Sedangkan korban bernama Wahyudi yang hanya mengalami luka ringan, diantarkan ke Puskesmas Pasirian guna mendapat pertolongan medis.

Petugas dari kepolisian yang datang ke lokasi, langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memasang police line (garis polisi) di seputaran lokasi kejadian itu. Setelah meminta keterangan dari beberapa saksi mata yang ada di lokasi, petugas pun membawa peralatan penggalian untuk dijadikan barang-bukti (BB). Congkel Jendela, Edi Perkosa Gadis Bawah Umur.

Kapolsek Tempeh, AKP Kuzaeni yang saat itu juga ikut meninjau lokasi kejadian mengatakan, musibah ini murni kecelakaan kerja. Sebab pada tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, hanya saja tengkuknya membiru diduga bekas tertimpa pasir yang longsor dari atas tebing.

“Dari hasil olah TKP, kami tidak menemukan kejanggalan dan hanya mendapati telungkuk korban membiru yang diduga tetimpa longsoran pasir dari atas tebing,” tegas AKP Kuzaeni kepada Memo Timur saat dikonfirmasi di lokasi kejadaian. (tri)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top