Piodalan, Sejuta Umat Hindu Kunjungi LumajangMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
22 Juli 2016

Piodalan, Sejuta Umat Hindu Kunjungi Lumajang

Posted by on 22 Juli 2016

Memo Timur - Selama rangkaian kegiatan piodalan di Pura Mandara Giri Agung Semeru, total sedikitnya ada 1 juta umat Hindu yang sudah berkunjung ke Lumajang. Jumlah ini terbagi dalam beberapa tahap kunjungan dari umat hindu luar kota.
http://www.memolumajang.com


Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lumajang, Edi Sumiantana mengatakan, umat hindu yang berkunjung ke Lumajang berasal dari kabupaten/kota dari seluruh Jawa Timur dan Bali. Kegiatan piodalan sendiri sudah mencapai puncaknya dan kegiatan penutupan akan digelar pada 30 Juli mendatang.

Total pengunjung yang mencapai angka fantastis tersbeut berdampak pada perekonomian di Lumajang, utamanya bagi masyrakat di sekitar Pura. Bahkan, kata Edi, seluruh penginapan hotel atau homestay yang tersedia sudah terpesan semua. Congkel Jendela, Edi Perkosa Gadis Bawah Umur.

“Hotel dan homestay sudah mengalami overbooking, tidak hanya di Kecamatan Senduro namun di Lumajang Kota juga,” katanya.

Selain penginapan, para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berada di sekitar pura juga meraup keuntungan lebih. Edi mengasumsikan, jika satu pengunjung membelanjakan uangnya sebesar Rp 250 ribu, bisa dihitung jumlah keuntungan yang didapat. Karena Warisan, Samsul Dalangi Pembunuhan Berencana.

“Pengaruhnya bagus bagi perekonomian warga setempat khusunya dan Lumajang pada umumnya,” katanya.

Selama kegiatan piodalan, Edi mengatakan ada sejumlah tokoh besar yang datang dalam kegiatan terebut. Diantaranya akan hadir Gubernur Bali dan Pangdam Brawijaya. Sementara Gubernur Jawa Timur, ia menyebutkan tidak akan hadir.

Sementara disinggung toleransi umat beragama dalam kegiatan piodalan, Edi mengatakan selama ini sangat baik. Bahkan bukan hanya masyarakat Kecamatan Senduro pada khusunya, namun untuk Lumajang secara luas. Vonis Kasus Salim Kancil, Jaksa Ajukan Banding.

“Dari sisi toleransi antar beragama di Kecamatan Senduro bahkan Kabupaten Lumajang menyeluruh sudah bagus,” terangnya.

Kegiatan Piodalan sendiri, dapat diartikan sebagai perayaan hari jadi tempat suci. Upacara piodalan dianggap merupakan kewajiban dalam rangka membayar hutang kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta seluruh manifestasinya yang distanakan di pura kayangan. (cw)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top