Terpanggil untuk Didik Anak BangsaMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
2 Juli 2016

Terpanggil untuk Didik Anak Bangsa

Posted by on 2 Juli 2016

Sejak dari kecil hingga duduk dibangku Sekolah Menengah  Atas (SMA), Yoga Dwi Windy Kusuma Ningtyas atau yang akrab disapa Yoga sebenarnya memilki cita-cita sebagai dokter. Namun  cita-cita itu berubah ketika ia memasuki masa perkuliahan.
www.memolumajang.com


Seiring perjalanannya mengenyam pendidikan S1 di Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang, Yoga termotivasi untuk menjadi pendidik. Hingga akhirnya ia mencapainya dan menjadi seorang dosen Universitas Muhammadiyah Jember sejak 2015 lalu.

Namun sebelumnya, usai lulus S1, Yoga melanjutkan kuliah S2 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Selama 1 tahun di Unesa, kemudian ia mengikuti program S2 yang didanai oleh Dikti untuk belajar di Utrech University di Belanda selama 1 tahun.

Perjalanannya untuk meraih impiannya itu tidaklah mudah. Ia harus berjuang meleweti proses panjang. Bahkan banyak kesulitan dan hambatan yang dihadapi. Namun demi cita-citanya, ia mampu melewatinya.

Yoga mengatakan, ia termotivasi menjadi dosen, awalnya lantaran banyak teman-teman seusianya yang meminta bantuan mengerjakan  tugas padanya. Dan ia mampu menerangkan dengan baik untuk temannya, hingga mempermudah mengerjakan tugas tersebut.

“Awalnya bantu teman, saat mereka tidak bisa mengerjakan  tugas, kuterangin dan mereka mengerti,” ucap perempuan kelahiran  Lumajang, 30 Maret 1989 ini.

Tak hanya itu,  Yoga juga merasa terpanggil untuk turut serta mendidik anak bangsa. Sehingga ia berjuang untuk mewujudkan impiannya dan menjadi seorang pendidik. Ia juga menyukai tingkah pola siswa dan suka mengenal karakter masing-masing siswa.

“Saya bisa berkomunikasi dengan mereka itu kebahagiaan tersendiri,” kata alumnus SMAN 2 Lumajang itu.


Selama  mengajar matematika di kampusnya, ia juga menemui sejumlah kendala dalam  mengajar. Ia masih kesulitan dalam  menyampaikan materi matematika teoritik (tingkat Perguruan Tinggi). Namun  hal itu mampu ia lalui.

“Saya belajar bagaimana menyampikan materi agar bermakna bagi mahasiswa, karena  mahasiswa yang saya didik adalah calon-calon guru matematika di masa depan,” jelasnya.

Di sela-sela kesibukan sebagai dosen, ia masih aktif di komunitas dan sejumlah kegiatan sosial. Diantaranya sebagai panitia di Kelas Inspirasi Lumajang (KIL) yang merupakan program mendidik sehari bagi semua profesi yang ingin menyalurkan pengalaman dan memberikan inspirasi bagi siswa SD.

“Alasan utamanya saya di KIL, karena peduli dengan pendidikan di Lumajang khususnya,” ucap perempuan yang juga hobi mengoleksi dan merawat tanaman Succulent. (cw)

Baca:
  1. Pasang Iklan Gratis, Inspirasi Kesuksesan dalam Mengelolah Blogger 

  2. Congkel Jendela, Edi Perkosa Gadis Bawah Umur 

  3. Petik Rupiah dari Blogger Tanpa Iklan dan Jualan 

  4. Gadis Telanjang Ditemukan Membusuk di Kebun Tebu

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top