Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Ada 16 Tenaga Asing di Lumajang

Memo Timur - Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Lumajang mencatat hingga Bulan Juli 2016, ada 16 tenaga asing yang bekerja di Lumajang. Mereka semua bekerja di sektor perkayuan di sebuah perusahaan kayu di Lumajang.
http://www.memolumajang.com


Kepala Disnakertrans Lumajang, Suharwoko mengatakan, posisi jabatan mereka di perusahaan dibawah manajer. Pasalnya dalam aturan, tenaga asing tidak diperbolehkan menduduki jabatan manajer atau di atasnya.

“Rata-rata mereka berkerja sebagai tenaga ahli dan tenaga teknisi,” kata Suharwoko pada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/8). Tanpa Basa Basi, Ngateri Tusuk Jainul

Untuk memastikan tidak ada pelanggran, Disnakertrans melakukan pemantauan rutin yang dilakukan oleh tim pengawas. Namun pihak perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing, setiap bulan akan mengirim laporan ke Disnakertrans.

“Pola pengawasannya dilakukan rutin, selain dari Disnakertrans, dari pihak Imigrasi juga melakukan pengawasan juga,” katanya. Satpol PP Beri Jangka Waktu 14 Hari untuk Pemadaman Videotron

Suharwoko menjelaskan, 16 tenaga asing tersebut berasal dari berbagai negara, diantaranya Malaysia, Tiongkok, dan Singapura. Semua data mereka lengkap ada di Dinsnakertrans, termasuk lama kontrak yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

“Semua datanya lengkap. Pihak manajemen perusahaan sendiri yang menyerahkan ke kita,” jelasnya.  LSM Minta Bupati Batalkan Permohonan Penangguhan Penahan Ninis

Selanjutnya tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan jumlah tenaga asing di Lumajang. Pasalnya tidak ada batasan berapa jumlah tenaga asing dipekerjakan oleh sebuah perusahan.

“Tidak ada batasan, juga bukan ancaman, jika masyarakat mampu meningkatkan kompetitif sendiri,” ungkapnya.

Sementara disinggung MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), Suharwoko mengatakan masih belum ada dampak yang dirasakan di Lumajang. Pasalnya MEA baru berjalan, terlebih untuk kota kecil seperti Lumajang. Masih Ada 24 Titik Tambang Pasir Ilegal

“Sementara untuk dampak MEA di Lumajang masih belum terlihat,” pungkasnya.(fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: