Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Memo Timur - Para arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta kembali melakukan penelitian di Candi Kedungsari, di Dusun Kedungsari, Desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir. Dalam penelitian kedua ini, mereka menemukan bata dengan ukiran gajah yang diduga peninggalan Majapahit, Sabtu (14/8). 
http://www.memolumajang.com/


Pada bata tersebut tergambarkan, seekor gajah yang sedang mendekam. Benda tersebut ditemukan di hari ke-3 sejak melakukan penelitian. Benda itu ditemukan di sebelah selatan candi di kedalaman 40 sentimeter.

“Kita temukan bata dengan lukisan gajah yang sedang mendekam,” kata Ketua tim penelitian, Heri Priswanto, Minggu (14/8). Full Day School, Asalkan Siswa Enjoy

Dengan temuan ini, ada indikasi di area tempat ditemukan bata tersebut merupakan pintu masuk. Hal ini mengacu pada sejumlah candi yang sudah ditemukan, yang memiliki gambar serupa di pintu masuk.

Namun meski begitu, tim arkeolog masih belum menemukan pagar atau bangunan yang menguatkan indikasi tersebut. Pencarian yang dilakuakn sekitar area juga tidak menemukan benda lain yang serupa. Lumajang Bebas PNS “Siluman”

“Dengan adanya temuan ini, memberikan informasi, pintu masuk candi berada di sebelah selatan,” kata Heri.

Saat ini batu tersebut disimpan di musem Lumajang untuk penelitian lebih lanjut. Rencananya, Tim Arkeolog melakukan penelitian hingga hari Senin (15/8). Kemudian dilanjutkan melakukan penelitian di Candi Agung Randuagung, Kecamatan Randuagung.

Heri menegaskan, Candi Kedungsari diduga kuat berdiri di masa Majapahit. Hal ini diperkuat dengan melihat relief yang ditemukan memiliki sejumlah persamaan, seperti bentuk gajah. Bahkan candi tersebut diyakini menjadi salah satu tempat yang pernah dikunjungi Hayam Wuruk. Permohonan Penangguhan Penahanan Ninis Ditolak Kejati

“Candi ini bagus , karena ada relief gajah. Ada kaitannya dengan sejarah Majapahit,” terangnya.

Penelitian di Candi Kedungsari sendiri mulai dilakukan pada awal 2015 lalu. Candi ini berdiri di area seluas 2,5 x 2,5 meter pesergi. Candi ini hanya berbentuk pondasi saja. Dalam penelitiannya, tim arkeolog hanya menemukan ornamen bangunan saja. “Yang kita temukan masih ornamen-ornamen saja,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: