Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » » Cabuli Anak Tetangga, Pensiunan PG Ditangkap

Memo Timur - Diduga telah mencabuli anak tetangganya yang masih berumur 9 tahun, seorang pensiunan pegawai PG Jatiroto bernama Sukardiono bin Karlin (61), warga Dusun Sumbersuko, Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Minggu (7/8), sekitar pukul 07.30 WIB, ditangkap petugas gabungan Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang bersama unit Reskrim Polsek Randuagung. 
http://www.memolumajang.com/


Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Tinton Yudha Riambodo, SIK melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Ipda Suud Maryanto saat dikonfirmasi Memo Timur di kantornya menjelaskan, kasus pencabulan yang dilakukan terhadap korban terungkap bermula saat korban pulang dari rumah pelaku dan bercerita kepada orang tuanya, jika telah digituin oleh pelaku.

“Katanya, korban dicabuli pelaku di rumahnya dengan cara dipangku. Jika masih ingat kasus pencabulan TKP Desa Tempeh Kidul beberapa bulan yang lalu, ya mirip lah,” ungkapnya. HAN, Akhiri Kekerasan pada Anak

Tak terima putrinya dijadikan pelampiasan nafsu bejat pelaku, orang tua korban terus mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Lumajang, melaporkan ulah bejat pelaku. Usai memproses laporan itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan unit Reskrim Polsek Randuagung, kemudian bersama-sama mencari keberadaan pelaku dan berhasil. Lestarikan Budaya, 9 Dalang Main di Satu Panggung dalam Semalam

“Pelaku berhasil diamankan petugas, satu jam kemudian Mas,” ungkapnya lagi. Untuk keperluan proses pemeriksaan, pelaku langsung dibawa menuju ke unit Reskrim Polsek Randuagung. Saat diperiksa penyidik, pelaku tidak sungkan-sungkan mengakui kekhilafannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut. Buta Aksara Masih Tinggi, Pemkab Bikin Program Keaksaraan Dasar

Atas kelakukan bejatnya itu, usai diperiksa pelaku terus dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolsek Randuagung. ”Pelaku dijerat UURI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan UURI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak diancam hukuman paling sedikit 5 Tahun penjara,” pungkas Kanit PPA, Ipda Suud Maryanto.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: