Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Memo Timur - Rumor yang berkembang jika salah satu dari komplotan tahanan atas kasus penganiayaan disertai pembuhan itu akan melarikan diri. Polisi terpaksa melakukan pengawalan ektra ketat terhadap keempat tahanan yang akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Lumajang pada Kamis (25/8), pagi kemarin.
www.memolumajang.com


Pantuan Memo Timur, sejak penjemputan keempat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B yang beralamat di Jalan Alun-alun Timur, sudah ada beberapa personil kepolisian berjaga di depan pintu keluar LP dengan persenjataan lengkap sampai para tahanan itu masuk ke dalam mobil kejaksaan yang menjemputnya.

Tidak itu saja, selama perjalanan dari LP menuju PN Lumajang, kendaraan yang menjemput para tahanan itu juga mendapat pengawalan super ketat. Di depan mobil kejaksaan itu di kawal mobil Patroli Pengawal (Patwal) lalu lintas dan di belangknya juga masih ada iring-iringan kendaraan mobil Sabhara dengan 2 personil bersenjata lengkap sambil mengendarai sepeda motor trail. Perampingan SKPD Hingga jadi 28

Keempat tahanan yang dikawal super ketat itu adalah, para tersangka yang terlibat dalam kasus pembunuhan di Dusun Trenggalek, Desa Wonogriyo, Kecamatan Tekung beberapa bulan yang lalu. Adapun keempat pelaku yang mendapat pengawalan ketat itu adalah, Rosep bin Parman (20), asal Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Mus Mulyadi (24), asal desa Karangrejo, Kecamatan Yosowilangun, Samsul Hadi (45), asal Desa Karangrejo, Kecamatan Yosowuilangun dan Jaelani (22), asal Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir.

Adapun BB yang diamankan adalah, 2 buah celurit, 1 sepeeda motor tanpa plat nomer 1 Honda Beat dan satu buah pakain korban. Dalam aksinya, kawanan itu dengan tega membatai korban yang saat itu sedang terlelap tidur dengan senjata tajam jenis celurit hingga meninggal dunia. Pelaku Penggelapan Mobil Beraksi di Hotel Aloha

Terkait tentang pengawalan ektra ketat yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap komplotan para tahanan pembunuhan itu karena ada rumor yang berkembang jika salah satu dari mereka akan melarikan diri. “Informasinya salah satu dari mereka akan kabur jadi polisi senagaja melakukan pengawalan ketat,” jelas Kabid Pembinaan Anak Didik Lapas Kelas II B Lumajang, Martono kepada Memo Timur. (tri)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: