Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » Full Day School, Asalkan Siswa Enjoy

Memo Timur - Wacana penerapan Full Day School (FDS) yang dilontarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang baru, Muhadjir Effendy mendapat banyak tanggapan dari berbagai kalangan. Dinas Pendidikan Lumajang sendiri mendukung wacana tersebut, asalkan para siswa merasa nyaman dan menikmati tambahan jam di sekolah. 
http://www.memolumajang.com/


“Kalau nantinya ada aturan wajib soal itu, yang penting siswa tetap enjoy di sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Lumajang, Ir. Imam Suryadi, M.Si saat dihubungi Memo Timur, Jum’at (12/8).

Namun hingga saat ini, belum ada pemberitahuan resmi terkait rencana penarapan FDS yang diterima oleh Dinas Pendidikan dari Kemendikbud. Sehingga belum diketahui mekanisme FDS nantinya akan diterapkan seperti apa. Ada Wacana Perluasan Area Car Free Day

Imam mengaku, FDS diwajibkan atau tidak nantinya juga tidak tahu pasti. Namun jika tidak wajib, pihaknya akan menyerahkan pilihan tersebut pada masing-masing sekolah, bisa mengikuti atau tidak.

“Namun kalau wajib, jelas akan kita ikuti. Tapi masih belum ada kepastian wajib atau tidak,” lanjutnya. Pendewasaan Usia Nikah Perlu Digalakkan

Jika benar-benar diterapkan nantinya, Dinas Pendidikan tinggal menyesuaikan saja mekanismenya seperti apa dari Kemendikbud. Termasuk kegiatan apa saja yang ditetapkan dan berapa lama tambahan jam di luar jam efektif yang sudah ada.

Namun, Imam berharap, tambahan jam yang diberikan diisi dengan kegiatan di luar pendidikan formal. Bisa diisi dengan kegiatan ekstra kulikuler sesuai bakat dan minat masing-masing siswa seperti olahraga, seni, atau pramuka. Ekspor Pisang Mas Kirana Dihentikan

“Kalau dari pagi sampai sore hanya pelajaran saja, bisa capek anak-anak,” terangnya.

Imam juga sependapat dengan yang dikatakan Bupati Lumajang, Drs. H. As’at Mali, M.Ag beberapa waktu lalu, tambahan jam kalau bisa diisi dengan pendidikan keagamaan serta pembentukan karakter siswa. “Sehingga siswa memiliki mental dan karakter yang baik,” ungkapnya.

Namun Imam menyampaikan, wacana ini merupakan gebrakan dari menteri baru dan sengaja dihembuskan untuk mendapatkan komentar dari berbagai kalangan. Sehingga dari ragam komentar tersebut bisa dijadikan acuan pengambilan kebijakan, apakah wacana bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Pemulung Nekat Curi Motor Tetangga

“Sepertinya sengaja wacana ini dihembuskan, untuk mendapat tanggapan dari masyarakat, baru kemudian diambil langkah yang tepat,” terangnya.

Di Lumajang sendiri, saat ini sudah ada sejumlah sekolah yang sejak lama menerpakan FDS. Penerapan ini sudah sesuai dengan kesepakatan para orangtua yang pertama kali mendaftarkan anaknya.

“Sudah ada sejumlah sekolah yang memang dari awal menerapkan FDS, tentunya orangtua sudah komitmen dan setuju dengan hal tersebut,” pungkas Imam. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: