HAN, Akhiri Kekerasan pada AnakMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
2 Agustus 2016

HAN, Akhiri Kekerasan pada Anak

Posted by on 2 Agustus 2016

Memo Timur - Dalam peringatan Hari Anak Nasional tahun ini, banyak pesan yang disampaikan oleh Bupati Lumajang, Drs. H. As’at Malik. Diantaranya upaya untuk mengakhiri terjadinya kekerasan pada anak dan menekan angka pernikahan usia dini.
http://www.memolumajang.com


Sesuai tema peringatan kali ini, “Akhiri Kekerasan pada Anak”, kata Bupati, adalah untuk memberikan kenyamanan pada anak agar jauh dari ancaman kekerasan. Sehingga anak yang tumbuh nantinya menjadi genarasi penerus yang hebat.

“Banyak kasus yang menimpa anak di Indonesia, termasuk Lumajang. Peristiwa ini sangat menyedihkan dan memprihatinkan. Tidak hanya pemerintah, namun seluruh rakyat Indonesia, terutama orang tua,” ujar Bupati dalam upacara Peringatan Hari Anak Nasional di halaman Kantor Pemkab Lumajang, Senin (1/8). Ada Upaya Damai Sengketa Lahan SMPN 1 Sukodono

Bupati menyebutkan, hal ini merupakan masalah yang serius dan harus diatasi dan diselesaikan hingga tidak ada satupun anak yang mengalami kekerasan seksual. Bahkan pemerintah pusat telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang No. 2 tentang Perlindungan Anak.

“Intinya, ada usaha keras untuk penghapusan kekerasan seksual di tahun 2016-2020,” ujar Bupati. Bawa Celurit, Pemuda Mojosari Masuk Bui

Dari data Polres Lumajang dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPT-PA), sepanjang tahun 2015 ada 31 kasus kekerasan seksual. Ini belum termasuk kasus-kasus lainnya yang belum terlaporkan.

Selain banyaknya kasus di atas, hal ini yang menjadi catatan pemerintah adalah tingginya angka pernikahan anak di usia dini. Bahkan Lumajang sendiri, kata Bupati, masuk dalam 25 kabupaten di Indonesia dengan angka pernikahan usia dini yang tinggi.

“Di Lumajang, pernikahan dini terjadi di semua kecamatan, dan yang paling banyak di Kecamatan Klakah,” ujarnya. Harumkan Nama Lumajang Melalui Seni dan Budaya

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah pusat telah melakukan aksi penandatanganan kesepakatan bersama yang dilakukan oleh seluruh kepala daerah untuk percepatan penurunan angka pernikahan usia dini.

“Selain pemerintah, semua pihak harus turut serta untuk mencegah pernikahan usia dini, utamanya seperti orang tua, media, dan guru,” ungkapnya.

Terakhir Bupati berpesan, untuk menyiapkan generasi yang baik, orang tua khususnya harus mampu menjadi contoh yang baik bagi anaknya. Pasalnya anak akan meniru pola orang tua karena mereka adalah yang paling dekat dengan keseharain mereka. Piodalan, Sejuta Umat Hindu Kunjungi Lumajang

“Jika orang tua baik, anaknya akan meniru baik, kalau buruk, anaknya juga akan meniru buruk,” pungkas Bupati. (fit)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top