Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Memo Timur - Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menghimbau kepada para pendaki Gunung Semeru untuk tidak menggelar upacara kemerdekaan di puncak Semeru atau Mahameru. Pasalnya Mahameru adalah lokasi favorit bagi pendaki untuk menggelar upacara pada 17 Agustus.
http://www.memolumajang.com/


Kepala bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG, I Gede Suantika, mengatakan, dari catatan, saat ini di Mahameru masih terbilang rawan dan berbahaya bagi pendaki. Sehingga pendakian hanya direkomendasikan sampai Kalimati saja.

“Kalau mau menggelar upaca 17 Agustus, sampai di Kalimati saja, atau di Ranu Kumbolo, karena pendakian juga direkomendasikan sampai Kalimati saja,” ucap Gede Suantika saat dihubungi Memo Timur, Senin (8/8). Cabuli Anak Tetangga, Pensiunan PG Ditangkap

Gede menjelaskan, Semeru masih aktif mengeluarkan batuan panas hingga ketinggian 50 meter, yang memungkinkan jatuh di sekitar Mahameru. Gas beracun juga masih sering keluar dari kawah Semeru yang sangat berbahaya bagi pendaki.

“Ada batuan panas, kerikil, abu, dan gas beracun dari kawah Semeru. Longsor juga kemungkinan terjadi. Sehingga bisa membahayakan para pendaki,” jelasnya. HAN, Akhiri Kekerasan pada Anak

Untuk masalah bahaya upacara di puncak Semeru, saat ini pihaknya mengaku masih belum melakukan koordinasi dengan pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kemungkinan koordinasi akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Masih belum ada koordinasi dengan pihak TNBTS, kemungkinan dalam waktu dekat,” pungkas Gede Suantika. Pendewasaan Usia Nikah Perlu Digalakkan

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Hendro Wahyono, mengatakan, untuk pengamanan upacara kemerdekaan di Semeru pihaknya telah melakukan persiapan. Namun masih menunggu koordinasi juga dengan pihak TNBTS.

“Kita akan siap melakukan pengamanan, sesuai dengan hasil rapat koordinasi nantinya,” jelas Hendro.  Kondisi Pasar Baru Lumajang Jorok

Sementara pihak TNBTS, masih belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan terkait kuota pendaki khusus untuk upacara kemerdekaan di Semeru. Pesan singkat yang dikirim Memo Timur ke ponsel Kepala TNBTS, Jhon Kennedy, juga belum dibalas. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: