Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Memo Timur - Permohonan penangguhan penahanan Ninis Rindhawati yang sudah disampaikan Pemkab Lumajang ke pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur nampaknya mendapat penolakan. Pasalnya hingga saat ini masih belum ada jawaban secara pasti dari pihak Kejati.
http://www.memolumajang.com/


“Sepertinya tidak diizinkan, karena hingga saat ini belum ada jawaban yang pasti,” kata Kepala Bagian Hukum, Ahmad Taufik Hidayat, saat dihubungi Memo Timur, Rabu (10/8).

Informasi yang sudah disampaikan Kejati ke Pemkab Lumajang, bahwa keputusan penangguhan penahanan ada di Kejaksaan Agung. Sementara hingga saat ini masih belum ada keputusan dari Kejagung yang diterima Kejati. Stok Vaskin untuk CJH Lumajang Aman

“Informasi dari Kejati, hingga sekarang kok tidak ada petunjuk dari Kejagung, jadi kemungkinan besar tidak dikabulkan,” lanjut Taufik.

Ketika penangguhan tidak dikabulkan, upaya bantuan hukum lainnya dari Pemkab saat ini yakni sudah mengupayakan pengacara untuk mendampingi mantan Pelaksana Tugas (Plts Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tersebut. Selain itu dari bantuan dari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) juga mengalir untuk Ninis. Ada Wacana Perluasan Area Car Free Day

“Kita sudah memberikan pengacara yang terbaik untuk mengawal Bu Ninis di persidangan,” terang Taufik.

Sementara sejumlah saksi dari pejabat Pemkab Lumajang juga telah diperiksa oleh Kejati usai ditetapkan Ninis sebagai tersangka atas dugaan keterlibatannya dalam Kasus Pasir Besi PT. IMMS. Namun Taufik enggan menyebutkan siapa saksi-saksi yang dimaskud. Satpol PP Bersama Polsek Tempeh Razia Tambang Pasir

“Ada sejumlah saksi dari Pekmab yang sudah diperiksa oleh pihak Kejati, menindaklanjuti penahan Bu Ninis,” pungkasnya.

Saat ini Ninis sudah diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai Kepala Bagian Ekonomi. Untuk mengisi kekososngan, saat ini posisinya digantikan oleh Kepala Sub Bagian PSDM, Bony sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

"Setelah Bu Ninis ditahan, maka status pemberhentian sementaranya berlaku aktif. Dan untuk melaksanakan tugasnya sehari-hari, Bupati menunjuk Bony, Kasubag PSDM sebagai Plt," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Nurwachid Aliyusro. Ada 16 Tenaga Asing di Lumajang

Seperti diberitakan sebelumnya, Ninis ditahan dalam status tersangka sesuai kapasitasnya sebagai mantan Plt Kepala DLH Lumajang. Saat itu ia juga selaku Ketua Tim Penilai Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang diajukan PT IMMS dalam eksploitasi penambangan pasir besi di Dusun Kaliwelang, Desa Bades, Kecamatan Pasirian.

Penahanannya menjadi rentetan penahanan yang ditempuh jaksa penyidik setelah sebelumnya telah menahan sejumlah tersangka lainnya. Diantaranya, Lam Cong San selaku Direktur Utama PT IMMS, Abdul Ghofur pensiunan pejabat Pemkab Lumajang yang menjadi Tim Tehnis Amdal, Abdul Rahman Faqih, Dosen UB (Universitas Brawijaya) Malang selaku Konsultan Amdal PT IMMS. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: