Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Tim Opsnal Satreskoba Polres Lumajang, kembali menangkap pengedar sekaligus pengguna narkoba. Tapi bukan jenis sabu, melainkan pil koplo. Pengedar itu antara lain bernama M. Usman Lukmanul Hakim (23), warga Dusun Tukum Kidul, Desa Tukum, Kecamatan Tekung.
memo timur lumajang


Barang Bukti (BB) yang disita petugas berupa 45 tik, masing-masing tik berisi 9 butir pil koplo berlogo DMP, 1 buah HP merk Nokia dan uang tunai sebesar 50 ribu yang diduga uang hasil penjualan pil koplo.

Pengedar kedua yang ditangkap adalah Abdul Aziz Amin (22), asal Dusun Krajan, Desa Karangbendo, Kecamatan yang sama. Dari tangan Abdul Aziz petugas menyita 44 tik, masing-masing tik berisi 9 butir pil koplo berkogo DMP, 1 buah plastik berisi 25 butir pil dan sejumlah uang tunai.

“M. Usman Lukmanul Hakim dan Abdul Aziz Amin ditangkap Tim Opsnal Satreskoba di warung Cemara yang terletak di Desa Tukum Kidul kemarin malam sekitar pukul 20.30 WIB, terus digelandang ke Sat Reskoba Polres Lumajang,” tutur Kasat Reskoba AKP Prio Purwandhito, SH kepada Memo Timur, Rabu (19/7).
Kurangi Jam Operasi Truck Pasir
Setiba di Sat Reskoba keduanya terus menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik. Di hadapan penyidik, keduanya mengaku bersalah karena mengedarkan pil koplo. Keduanya juga mengatakan terpaksa menjalani profesi itu karena ingin mengkonsumsi pil koplo itu secara gratis juga ingin untung ├╣ang.

Meski harus berurusan dengan aparat kepolisian, mereka mengaku nekat menjalani profesinya secara sembunyi-sembunyi. “Kata keduanya profesi ini baru dilakukan sejak beberapa bulan terakhir ini saja. Dan mereka juga mengaku kapok,” terangnya.

Akibat perbuatanya itu keduanya, dijerat dengan pasal 196 sub 197 Undang-Undang Republik Indonesia No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan jo pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

”M. Usman Lukmanul Hakim dan Abdul Aziz Amin sudah kami tahan, mereka diancam hukuman penjara paling sedikit 4 Tahun,” jelasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: