Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Adanya kendala, membuat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Wira Bhakti tidak berjalan dan vakum cukup lama. Ada wacana memang sebelumnya akan dibubarkan, namun Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lumajang berencana akan menghidupkan kembali.
memo timur lumajang


Namun masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan agar koperasi dengan jumlah anggota hingga seribu orang ini. Pekerjaan pertama yang harus diselaikan adalah mencari alasan kenapa koperasi tidak berajalan dengan sebagaiman mestinya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lumajang Drs. Abdul Majid, MM mengatakan, pihaknya akan mencari jalan keluar agar KPRI Wira Bhakti bisa hidup lagi. Untuk itu, pertama-tama akan dilakukan audit oleh audior independen.

“Jadi akan tahu alasannya kenapa tidak jalan. Padahal ada seribu anggota,” katanya.

Majid sendiri sudah menyampaikan rencana beserta kendala dan cara mengatasinya pada Bupati Lumajang Drs. H. As’at Malik, M.Ag. Bahkan bupati sangat mendukung rencana ini dan ia beredia menjadi anggota juga.

“Kalau bisa hidup kembali bupati akan menjadi anggota,” ucapnya.
Perda Pajak Mineral Bukan Logam Disahkan
Saat ini, kata Majid hingga saat ini pihaknya juga menerima sejumlah laporan atau keluhan dari para anggota dan mantan anggota KPRI Wirabhakti. Mereka juga ada yang meminta agar koperasi dijalankan lagi.

Sebagian lagi, untuk mantan anggota khususnya, ada yang menagih terkait simpanan pokok yang masih belum bisa diberikan. “Karena ketika anggota keluar, simpanan harus diberikan. Tapi sampai saat ini masih belum diberikan haknya,” tegasnya.

Untuk itu, nantinya hasil dari audit itu, bakal diketahui datanya. Misalnya laporan keuangan secara detail. “Bisa diketahui juga, ada uang yang masih nyantol dimana saja. Jadi bisa kita lihat nanti,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: