Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Mencari solusi dalam mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di jalur Kecamatan Ranuyoso arah Probolinggo Surabaya maupun sebaliknya, Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang menggelar rapat koordinasi bertempat di ruang pertemuan Polres Lumajang.
memo timur lumajang


Rapat koordinasi diikuti oleh Dinas Perhubungan dan sedikitnya ada 40 pemilik armada truck pasir juga pemilik stock phile. Hasil rakor memperoleh kesepakatan bersama untuk mengurangi jam operasi truck pasir pada jam-jam tertentu.

Keterangan itu disampaikan Kaur Bin Ops Sat Lantas Polres Lumajang, Ipda Joko Tryono mendampingi Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Ridho Tri Putranto,SH, SIK ketika dikonfirmasi Memo Timur, Rabu (19/7).

Menurut Joko, sesuai dengan hasil kesepakatan bersama itu truck pasir boleh beroperasi pada pagi hingga siang mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB. ”Selebihnya, truck pasir dilarang beroperasi Mas,” katanya.

Truck pasir boleh beroperasi kembali kata Joko, mulai pukul 19.00 WIB sampai dengan pukul 03.00 WIB. Sistem pembagian waktu operasional truck pasir sengaja diterapkan bertujuan untuk mengurangi jumlah titik kemacetan.
Adinta, Pemain Sabu Asal Tegalciut Ditangkap
Terkadang, kemacetan itu terjadi disebabkan karena truck pasir macet di tengah jalan, sehingga petugas dari Satlantas begitu memperoleh laporan tentang hal itu langsung meluncur ke lokasi lalu melakukan penguraian dengan cara buka tutup.

Selain itu kata Joko dikurangi jam operasi truck pasir juga untuk menekan angka kecalakaan pada jam-jam tertentu contohnya pada jam anak berangkat sekolah, pejabat berangkat ngantor, karyawan pabrik berangkat kerja maupun pada jam mereka pulang.

Mengurangi jam operasi truck pasir ini juga masih dalam uji coba dalam waktu beberapa bulan ke depan, kemudian dilakukan evaluasi. Pengurangan jam operasi truck pasir sudah dilakukan sejak Kamis (13/7) minggu kemarin.

“Sejak aturan diterapkan, ada beberapa truck yang melanggar beroperasi pada jam-jam larangan, kami lakukan pembinaan. Jika kedapatan melanggar lagi, kami tindak dengan surat tilang dengan denda maksimal,” tegas Ipda Joko Tryono. (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: