Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » PAD dari Sektor Wisata Dipertanyakan

Lumajang, Motim - Sejumlah elemen masyarakat Lumajang mempertanyakan soal berapa hasil pendapatan asli daerah dari sektor Pariwisata. Apalagi selama lebaran ini, wisatawan yang berkunjung ke objek wisata andalan cukup banyak.
memo timur lumajang


Dari Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKPMII) misalnya, Ketua IKPMII Pudoli Sandra, SH mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lumajang selama ini belum pernah mempublikasikan hasil Pendapatan Asli Daerah di sektor pariwisata seacara gamblang dan detail kepada masyarakat.

Apalagi, kata dia, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). "Sudah seharusnya pemerintah mengumumkan pada publik penghasilan dari sekor tersebut," kata Pudoli kepada sejumlah awak media.

Banyak masyarakat yang bertanya soal berapa pendapatan daerah dari sektor wisata. Pasalnya, tidak ada publikasi yang jelas, apakah sampai pada target yang ditentukan atau malah melampaui.

"Jika tidak ada publikasi, masyarakat tidak bisa mengontrol perkembangan wisata di Lumajang," katanya lagi.
Tahun Depan, Tambah Tribun Stadion Semeru
Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Jenderal Sudirman itu cukup getol menyoroti persoalan hal tersebut dari sisi masyarakat. Dia menjelaskan ada undang-undang yang mengatur keterbukaan informasi publik.

"Yang sebenarnya hal itu sebagai kontrol pada pemerintah," terangnya.

Sehingga masyarakat secara tidak langsung dilibatkan untuk memperbaiki demi kemajuan daerahnya jika dirasa masih jauh dari harapan dan target. Oleh karenanya pemerintah tidak boleh alergi dan takut dengan kritik dari masyarakatnya.

"Katakan yang sebenarnya, inilah yg dikatakan pemerintah yang responsip. Tapi jika pemerintah lebih memilih tertutup atau khawatir denga kritik masyarakat bisa diartikan pemerintah tidak siap maju dan berkembang," jelasnya.

Dan pemerintah dalam hal ini harus memberikan informasi yang sebenararnya pada masyarakat. Dengan begitu, lanjut Pudoli, masyarakat bisa memberikan tanggapan terkait pemasukan yang di dapat oleh daerah dari sektor wisata tersebut.

"Tentunya masukan yang membangun daerah," terangya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: