Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kinerja unit Reserse Kriminal Polsek Kedungjajang patut diacungi jempol. Selama 3 hari berturut-turut berhasil mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan. Kali ini, unit Reskrim berhasil meringkus pelaku pencurian dan kekerasan alias jambret di jalan baru Desa Curah Petung, Kecamatan Kedunjajang.
memo timur lumajang


Pelakunya adalah Firman Yahya (30), warga Dusun Darungan Kidul, Desa/Kecamatan Kedungjajang. Barang Bukti yang diamankan petugas berupa surat atau kwitansi pembelian kalung emas seharga 3.299.000 dan 1 unit sepeda motor Satria FU tanpa plat nopol terpasang.

“Pelaku kami tangkap bersama anggota, Rabu (19/7), sekitar pukul 17.00 WIB kemarin. Maaf terlambat memberikan informasi, karena masih dikembangkan,” kata Kanit Reskrim Aiptu Sunaryo mendampingi Kapolsek AKP Sutopo saat berada di Polres Lumajang.

Aksi pencurian dengan kekarasan alias jambret yang dilakukan pelaku terhadap korban Bu Ruslan (55), warga Dusun Wetan Sepuran, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, bermula saat korban tengah berjalan kaki sambil membawa kayu bakar.

Di tengah perjalanan itu, tiba-tiba korban dihampiri pelaku lalu menarik kalung emas yang tengah dikenakan korban. Setelah berhasil, pelaku lari menuju temannya yang sudah menunggu tak jauh dari lokasi kejadian.

Beberapa jam kemudian, oleh korban kejadian yang menimpanya itu dilaporkan ke Polsek Kedungjajang. Pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan diperoleh keterangan tentang ciri-ciri sepeda motor yang dikendarai pelaku.

Setelah didalami, ternyata sepeda motor itu adalah milik teman pelaku. Atas petunjuk itu, pihaknya juga memeriksa pemilik sepeda motor dimaksud. Hasilnya terungkap bahwa pelaku pencurian dengan kekerasan alias jambret itu adalah Firman Yahya.

Pihaknya tidak membuang waktu langsung mencari keberadaan Firman Yahya itu kemudian ditangkap. ”Sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan sudah kami tahan. Kelakuannya kami jerat pasal 365 KUHP diancam pidana hukuman penjara paling lama 7 Tahun,” tegas Sunaryo.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: