Diberi Pil Koplo dan Miras, Siswi SMK Diduga DigilirMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
25 Agustus 2017

Diberi Pil Koplo dan Miras, Siswi SMK Diduga Digilir

Posted by on 25 Agustus 2017

Lumajang, Motim - Seorang siswi salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Lumajang, diduga digilir oleh 7 pemuda. Sebelum digilir, korban sebut saja Melati (16), warga Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, yang diketahui masih duduk di kelas XI diberi pil koplo juga arak.
memo timur lumajang

Melati saat ditemui sejumlah media di rumahnya, Kamis (24/8) sekitar pukul 11.00 WIB mengatakan, Minggu sore diam-diam dirinya menghubungi seorang teman luar sekolah berinisial Id warga Desa Sentul, Kecamatan yang sama untuk dijemput. “Saya kesel, karena dimarahin oleh ibu lantaran pulang sekolah terlambat,” tuturnya.
  1. Komplotan Curanmor Sayit Cs Diringkus Petugas
  2. Aniaya Saudara Kandung, Agus Dijebloskan ke Penjara
Tak lama kemudian Id datang dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna hitam, dirinya pun langsung ikut menuju ke rumahnya. Setiba di rumah Id, dirinya diberi pil warna putih sebanyak 4 butir dan disuruh meminumnya. “Saya hanya meminum 2 butir Pak,” ujarnya.

Beberapa saat kemudian, kepala terasa pusing lalu dibuat tidur-tiduran. Sekitar pukul 20.00 WIB, dirinya diajak ke warung kopi oleh Id tak jauh dari rumahnya. Karena kepala masih terasa pusing, dirinya berpamitan pulang untuk istirahat.

Sedang Id terus ngobrol bersama teman-temannya di warung kopi tersebut. Sesampai di rumah Id, di sana ada Dr adik Id, Lnd dan 2 temannya yang dirinya tidak mengenalnya. Tanpa sungkan-sungkan, dirinya terus masuk lalu istirahat.

Dan dirinya baru terbangun saat mau buang air kecil Senin pagi (14/8). “Entah apa yang terjadi pada diri saya saat tertidur lelap, saya sendiri tidak tahu. Yang saya alami pagi itu, pada saat pipis terasa perih,” ucap Melati lagi.

Tak lama kemudian, dirinya pamit untuk pergi ke rumah temannya. Dengan mengendarai sepeda motor milik Id, dirinya terus menuju ke rumah Wahyu. Di sana ditemui oleh temannya bernama Shr. Usai ngobrol, Shr pergi dan dirinya disuruh menunggu karena kata Shr sebentar lagi kembali.

Beberapa menit kemudian, Shr datang sambil membawa arak. Dirinya disuruh meminum. Setelah dicium berbau air tape, dirinya menolak. Karena dipaksa, dirinya terus mengambil sedikit lalu meminumnya. “Kepala terasa pusing, oleh Shr terus diantar ke rumah Id lagi,” ujanya.
Karena Warisan, Samsul Dalangi Pembunuhan Berencana
Senin malam, dirinya diajak keluar oleh Id bersama Dr, Lnd juga Shr. Meski tidak tahu kemana tujuannya, malam itu dirinya mengiyakan saja. Ditengah jalan, dirinya dijemput oleh Ud terus dibawa ke suatu tempat jauh dari pemukiman warga yang gelap dan sepi.

Setiba di sana, ternyata sudah ada 1 botol berisi cairan warna ungu, 1 buah plastik berisi pil dan 1 botol lagi diduga berisi Miras. Usai ngobrol, mereka langsung mengkonsumsinya. Sedang dirinya menolak ketika disuruh bergabung.

“Semenjak malam itu, saya tak sadarkan diri. Tahu-tahu sudah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Ibu yang tahu terhadap kondisi saya waktu itu Pak. Kata ibu, kondisi saya hancur es,” jelas Melati.

Secara putrinya keluar rumah tidak berpamitan. Karena hingga Minggu malam tidak ada pulang, Senin pagi dirinya bersama kerabatnya dibantu Kepala Dusun setempat melakukan pencarian akan keberadaan putrinya tersebut. Tapi, hingga malam tak juga ditemukan.

Menghubungi sejumlah teman sekolahnya, juga tidak ada yang mengatahui. “Saya bersama keluarga berencana mau datang ke sekolahnya, barangkali ada yang tahu kemana anak saya ini pergi,” ungkapnya.

Selasa pagi, dirinya mendapat informasi apabila anaknya sudah ditemukan oleh Kasun Arba’i, di tepi jalan Dusun Sumber, Desa Sentul, dalam kondisi seperti orang gila, rambutnya acak-acakan, pakaian yang dikenakan kotor. Parahnya, ketika ditanya apakah kamu Melati, dia bengong. Ditanya dimana rumahnya, dia juga bengong. Saat ditanya mau kemana, dia juga bengong.
Hamili Anak Tetangga, Hendik Diancam 15 Tahun Penjara
Yakin dia itu Melati, lalu oleh Kasun Arba’i terus dibawa ke rumah. Karena kondisinya sangat memperihatinkan, Kasusn Arba’i terus menghubungi Polsek Sumbersuko. Tak lama kemudian petugas dari Polsek Sumbersuko datang.

Karena kondisi korban memprihatinkan, Melati terus dibawa ke Puskesmas Sumbersuko agar mendapat perawatan medis. Usai mendapat perawatan, Melati langsung dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara. ”2 hari anak saya opname di RS Bhayangkara Pak,” ungkapnya lagi.

Masih kata Sutik, kasus yang menimpa anak bungsunya ini sudah ditangani oleh Polsek Sumbersuko. Namun, hingga saat ini tak satupun pelaku yang diduga melakukan perbuatan bejat terhadap Melati yang ditangkap.

Lanjut Sutik, penanganan kasus putrinya sudah memasuki hari yang ke 13. Tapi, hingga saat ini dirinya belum memperoleh kabar dari Polsek Sumbersuko ada pelaku yang ditangkapnya. Oleh karena itu, dirinya berharap agar Polsek Sumbersuko benar-benar serius dalam menangani kasus yang menimpa putrinya.

“Masa depan anak Saya hancur Pak, tolong Pak Polisi benar-benar serius menangani kasus ini. Tangkap semua pelakunya. Jika perlu, Saya akan melaporkan kasus ini ke Kapolda, Kapolri dan KPAI pusat. Sebab kami tidak terima anak Saya diberlakukan seperti ini. Tangkap pelakunya dan dihukum,” pungkas Sutik.

Kapolsek Sumbersuko AKP Edi Santoso, SH ketika ditemui di kantornya menyampaikan, dalam kasus ini pihaknya sudah memeriksa sedikitnya 6 orang. Senin kemarin, pihaknya sudah memeriksa 2 orang yaitu berinisial Id dan Dr. “Untuk sementara, Id dan Dr ini wajib lapor,” tambahnya.

Hari ini, penyidik unit Reskrim Polsek Sumbersuko, melakukan pemanggilan terhadap 3 orang yang disebut-sebut Melati yaitu Ud, Shr dan Rm. Ketiganya diperiksa sebagai saksi atas kasus yang menimpa korban.
Tim Opsnal Tangkap 3 Pria Saat Pesta Sabu
Disinggung apakah sudah ada yang ditetapkan sebagai pelaku dalam kasus ini, dengan tegas Kapolsek menyampaikan belum ada. Pihaknya masih terus mendalami terkait peran dari para terperiksa.

“Apakah dicekoki pil koplo, arak lalu disetubuhi, masih kami dalami. BB pakaian korban masih berada di rumah korban nanti saya ambil,” tegas Edi Santoso.(cho)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top