Kasus Dugaan Pemerkosaan, Penyidik Tetapkan 3 TersangkaMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
29 Agustus 2017

Kasus Dugaan Pemerkosaan, Penyidik Tetapkan 3 Tersangka

Posted by on 29 Agustus 2017

Lumajang, Motim - Proses penanganan kasus dugaan pemerkosaan terhadap pelajar salah satu SMK Negeri di Lumajang sebut saja korban bernama Melati warga Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, oleh penyidik unit Reskrim Polsek Sumbersuko, memasuki hari ke 18.

Setelah dilakukan proses pemeriksaan secara intensif, akhirnya penyidik unit Reskrim resmi menetapkan 3 remaja sebagai tersangka antara lain Rian, Rama dan Huda. ”Ketiga tersangka itu adalah warga Desa Sentul,” tutur Kapolsek Sumbersuko AKP Edi Santoso, SH saat dikonfirmasi Memo Timur, Selasa (29/8).

Lanjut Kapolsek Sumbersuko, Rian berperan memberikan pil koplo terhadap Melati selaku korban. Sedang Rama dan Huda diduga yang melakukan pencabulan terhadap korban, saat kondisinya teler akibat pengaruh pil koplo tersebut. “Ketiganya sudah kami tahan,” terangnya.

Akibat kelakuannya itu tersangka Rian dijerat pasal 196 atau 197 UURI Nomor 36 Tahun 2009 diancam hukuman paling lama 15 Tahun penjara. “Tersangka Rama dan Huda dijerat pasal 82 UURI No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ungkapnya.

Ketika disinggung dengan 4 teman ketiga tersangka yaitu ID, DR, UD juga LND diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. “ID, DR, UD dan LND wajib lapor 2 kali dalam seminggu Mas,” pungkas Edi Santoso.

Berita sebelumnya, seorang pelajar salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Lumajang diduga digilir oleh 7 remaja teman luar sekolah. Sebelum digilir, korban sebut saja Melati yang diketahui masih duduk di kelas XI itu dicekoki pil koplo dan Arak.

Melati saat ditemui sejumlah media di rumahnya Kamis (24/8) sekitar pukul 11.00 WIB menuturkan, Minggu sore (13/8) diam-diam dirinya menghubungi seorang teman luar sekolah berinisial ID warga Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, minta untuk dijemput.

“Saya kesel, karena dimarahi oleh ibu lantaran pulang sekolah terlambat sampai rumah. Saya terlambat pulang, karena mengerjakan PR di rumah teman di Desa Klanting, Kecamatan Sukodono,” aku Melati.(cho)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top