Ad

Memo Timur Lumajang
25 August 2017

Komisi A: Minim PJU Sehingga Rawan Begal

Posted by on 25 August 2017

Lumajang, Motim - Komisi A DPRD Lumajang mulai merespon keluhaan masyarakat kurangnya penerangan jalan di wilayah rawan kejahatan di Kabupaten Lumajang. Mereka bersama dengan Dinas Perhubungan Lumajang dan Polsek Jatiroto melakukan kunjungan di dua titik rawan begal.
memo timur lumajang

Anggota Komisi A, DPRD Lumajang, Faruq Chotiby menyebut, angka kejahatan khususnya pembegalan di daerah rawan kejahatan semakin meningkat. Terutama di kawasan Kecamatan Ranuyoso dan di Jalan Raya Jatiroto tepatnya di Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto.

"Mengakomodir semua keluhan dari masyarakat, di dua daerah tersebut hampir terjadi kasus pembegalan," kata Faruq.
  1. Komplotan Curanmor Sayit Cs Diringkus Petugas
  2. Aniaya Saudara Kandung, Agus Dijebloskan ke Penjara
Faruq mengatakan, belakangan cukup sering terjadi pembegalan di dua tempat itu. Kemarin, kata dia, warga Desa Grobokan dibegal dibacok tangannya di jalan Raya Sukosari sebelum kemudian dirampas motornya. Sedangkan keesokan hari, kejadian pembegalan kembali terjadi. Warga Jember dibegal di daerah Kecamatan Ranuyoso.

"Banyaknya kasus pembegalan di Lumajang. Kami Komisi A langsung melakukan rapat dengan Dishub dan Polsek Jatiroto, berkaitan dengan tidak adanya Penerangan Jalan Utama (PJU) di wilayah tersebut hingga perbatasan Lumajang-Jember," ungkapnya.

Kurangnya PJU membuat para begal leluasa melakukan aksinya. Hal ini tentunya menjadi perhatian serius Komisi A DPRD Lumajang. "Kami minta agar daerah rawan kejahatan seperti di Sukosari harus terpasang PJU sehingga bisa mengurangi kasus pembegalan," tegas Politisi PKB itu. Ia meminta agar penerangan jalan khususnya di Jalan Sukosari secepatnya dianggarkan di tahun 2018.

Faruq menjelaskan angka kriminalitas sempat menurun di wilayah Kedungjajang hingga Ranuyoso lantaran sudah terpasang PJU. Namun belakangan sering terjadi lagi karena para komplotan begal mempunyai trik yakni merusak lampu tersebut sehingga mereka berulah kembali.
Sabu Dipasok dari Madura, Pil Koplo dari Kencong Jember
"Modus mereka mematikan sensor lampu PJU, baru setelah lampu padam, maka mereka beraksi. Ini tidak bisa dibiarkan, harus mencari formula yang tepat agar permasalahan tersebut bisa teratasi. Setidaknya untuk pemasangan PJU yang akan datang sensor peralatannya disembunyikan ditempat yang aman agar tak terjangkau untuk dirusak oleh kawanan begal ini," terangnya. (fit)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top