Ad

Memo Timur Lumajang
31 August 2017

Maraknya Curwan Disoroti Sejumlah Organisasi

Posted by on 31 August 2017

Lumajang, Motim - Maraknya aksi pencurian sapi di wilayah Kecamatan Ranuyoso sejak setahun terakhir ini, mendapat sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Diantaranya ketua Kosgoro 1957 Lumajang juga ketua LSM IBW Lumajang.
memo timur lumajang


Ketua Kosgoro Lumajang Basuki Rachmad kepada sejumlah media mengatakan, seminggu yang lalu Kosgoro sudah melakukan investigasi di lapangan diperoleh kesimpulan dalam setahun terakhir ini sedikitnya sudah ada 119 sapi milik warga Desa Meninjo, Kecamatan Ranuyoso, yang hilang dicuri maling.

Belum termasuk di desa-desa yang ada di Kecamatan Ranuyoso. "Hampir di seluruh Desa yang ada di Kecamatan Ranuyoso mengalami aksi pencurian sapi. Saking seringnya hingga tidak bisa menghitungnya," ucapnya.

Dalam hal ini, Kosgoro mengambil inisiatif untuk melakukan upaya pencegahan dengan berkoordinasi dengan Presiden RI, Mentri Dalam Negeri juga Kapolri. "Saya sudah kontak-kontak, insaalloh minggu depan kami sudah duduk bersama untuk membahas tentang maraknya pencurian sapi itu," jelasnya.
Diberi Pil Koplo dan Miras, Siswi SMK Diduga Digilir
Secara terpisah ketua LSM IBW Lumajang Muhamad Mujib, sebenarnya maraknya aksi pencurian sapi di wilayah Kecamatan Ranuyoso tersebut, sudah sering kali disampaikan ke petinggi Polres Lumajang terdahulu, agar segera dilakukan tindakan tegas.

Namun, belum ada gebrakan dari aparat kepolisian setempat yang bisa membuat komplotan maling sapi takut untuk beraksi. Kinerja kepolisian Polres Lumajang dalam memberantas aksi kejahatan dinilai sudah bagus, hal ini terbukti banyaknya pelaku kejahatan yang berhasil ditangkap.

Akan tetapi, khusus aksi pencurian sapi di wilayah Kecamatan Ranuyoso sejak setahun terakhir ini belum ada yang terungkap. Apakah hal itu disebabkan karena korban enggan melapor sehingga pihak kepolisian susah untuk melakukan pengungkapan.
Kasus Dugaan Pemerkosaan, Penyidik Tetapkan 3 Tersangka
“Dari sekian korban sempat berkata, enggan melapor alasannya cukup simple yaitu malas ribet. Alasan kedua, melapor bukan jaminan sapi yang hilang dicuri maling itu bisa ditemukan kembali,” katanya.

Kata Muhamad Mujib, sebulan kemarin LSM IBW sudah mengadukan tentang maraknya pencurian sapi di wilayah Kecamatan Ranuyoso ini ke Kapolda Jatim juga ke Kapolri via surat dan mudah-mudahan segera mendapat respon positif agar masyarakat Kecamatan Ranuyoso, utamanya pemilik ternak sapi tidak terus menerus ketakutan.

Masyarakat pemilik ternak sapi khususnya di wilayah Kecamatan Ranuyoso, saat ini butuh backup dari aparat kepolisian. Saking takutnya sapi yang dirawatnya dicuri maling, masyarakat rela tidur di kandang sapinya.

“Ini bukti bahwa Kkomplotan maling sapi ngece-ngece Polisi. Masak Pak Polisi gak panas,” tegasnya.
Komplotan Curanmor Sayit Cs Diringkus Petugas
Sementara itu Kapolres Lumajang AKBP Rachmad Izwan Nusi belum berhasil dikonfirmasi oleh Memo Timur terkait maraknya maling sapi di wilayah Kecamatan Ranuyoso tersebut. Dihubungi melalui via WhatsAppnya juga belum terbalas.(cho)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top