Pembunuh Heri Jumadi Ditangkap Resmob di SamarindaMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
18 Agustus 2017

Pembunuh Heri Jumadi Ditangkap Resmob di Samarinda

Posted by on 18 Agustus 2017

Lumajang, Motim - Pelempar bondet yang menyebabkan tewasnya pengendara sepeda motor bernama Heri Jumadi (45), warga Dusun Krajan, Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, berhasil ditangkap Tim Reserse Mobile Polres Lumajang diback up Tim Resmob Polda Kalimantan Timur.
memo timur lumajang

Pelempar bondet itu adalah Lastono bin Gatot Santoso (29), warga Dusun Darungan, Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung. Dia ditangkap oleh petugas gabungan di tempat persembunyiannya yang terletak di Jalan Wahid Hasyim, Kecamatan Sempejak, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Karena Warisan, Samsul Dalangi Pembunuhan Berencana
Penangkapan terhadap Lastono itu dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Roy Aquary Prawirosastro, SH. ”Ditangkap Kamis (17/8) kemarin Mas,” kata Kaur Bin Ops Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang Iptu Sajito, SH kepada Memo Timur, Jum’at (18/8).

Lanjut Sajito, pada Minggu (10/1) sekitar pukul 05.30 WIB, 2016 yang lalu, telah terjadi pelemparan bondet yang dilakukan oleh 2 orang tak dikenal terhadap pengendara sepeda motor di Jalan Dusun Krajan, Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto.

Akibat ledakan bondet tersebut pengendara sepeda motor yang diketahui bernama Heri Jumadi meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedang orang yang diboncengnya Busar alias Misri berhasil menyelamatkan diri, meski sempat dikejar oleh pelaku pelemparan bondet.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh Tim Resmob, diperoleh petunjuk yang mengarah kepada Matraji sebagai pelakunya. Beberapa bulan kemudian, Matraji berhasil ditangkap. Saat diinterogasi oleh penyidik, Matraji mengaku jika pelemparan bondet itu sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya.

Matraji juga menyampaikan bahwa yang mau dibondet itu bukan korban. Melainkan Busar alias Misri. Tapi, saat dilempar ternyata bondet itu mengenai tubuh Heri Jumadi hingga meninggal dunia. “Yang melemparkan bondet itu Lastono, bukan saya Pak,” ujarnya.

Atas keterangan Matraji itu, pihaknya langsung mencari akan keberadaan Lastono di rumahnya. Tapi gagal menangkapnya, karena rumahnya sudah kosong. Lastono kala itu langsung ditetapkan sebagai DPO.

Meski Lastono sudah ditetapkan sebagai DPO, kata Sajito pihaknya terus melakukan pencarian tempat persembunyiannya dengan jajaran Polres tetangga. Termasuk, jajaran se pulau Madura, Bali dan jajaran Polres Luar Jawa.
Hamili Anak Tetangga, Hendik Diancam 15 Tahun Penjara
Awal pekan kemarin, Sat Reskrim Polres Lumajang memperoleh informasi dari Tim Resmob Polda Kaltim, jika menemukan tempat persembunyian DPO bernama Lastono. Tanpa membuang waktu, Tim Resmob dipimpin Kasat Reskrim langsung terbang ke Kaltim.

Dibantu Tim Resmob Polda Kaltim, akhirnya Lastono yang kabur selama 1 tahun lebih 8 bulan ini berhasil ditangkap. Perbuatan Lastono dijerat pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana diancam hukuman 20 Tahun penjara.

“Kalau Matraji teman Lastono saat ini mendakam di Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Lumajang menjalani putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Lumajang dituntut 10 Tahun penjara,” tegas Sajito.(cho)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top