Ad

Memo Timur Lumajang
23 August 2017

Penjulan Hewan Kurban Keluar Daerah Menurun

Posted by on 23 August 2017

Lumajang, Motim - Idul Adha sudah dekat. Harga hewan kurban pun sudah mulai mengalami kenaikan. Hal ini ternyata berdampak pada penjualan hewan kurban keluar daerah. Bahkan, stok ternak khususnya sapi mulai overload karena mati pasaran.
memo timur lumajang

Khususnya pada ternak kurban jenis sapi. Harga sapi diperkirakan sudah sebulan lalu naik dari harga biasanya. Untuk jenis lemosin saja, yang biasanya seharga Rp 18 juta, sekarang sudah tidak ada.
Baznas Berharap Penerima Bantuan Modal Bergulir Harus Amanah
“Sudah 22 juta sekarang,” kata Sumargono, salah satu pedagang.

Begitu juga dengan ukuran dibawahnya. Lelaki 55 tahun ini menyimpulkan, rata-rata kenaikan mencapai Rp 3 juta. “Sejak sebulan lalu sudah naik. Sekarang gak ada sapi murah,” beber pedagang asal Pasrujambe ini di Pasar Patok siang kemarin.

Dampaknya, banyak sapi yang tidak laku. Banyak pasar dari luar daerah minggir. Diantaranya yang rajin adalah Tuban, Lamongan dan Surabaya. Semua lari ke daerah lain. Harga sapi yang melonjak drastis kata dia bikin tak laku-laku.

“Dibanding tahun lalu, lebih mahal tahun ini. sampai Rp 3 jutaan kalau sekarang,” katanya.

Sudah wajar jika jelang lebaran kurban ada kenaikan. Namun kali ini cukup tinggi. lebih tinggi dibanding sebelumnya. Sujono, salah satu pembeli kemarin dibikin geleng-geleng dengan harga sapi.

“Susah sekarang. Dulu (tiga bulan lalu) masih ada yang Rp 17 juta sapinya besar. Sekarang gak bisa. Mainnya Rp 20 juta sampai Rp 22 jutaan,” keluhnya.
Buron 6 Bulan, Komplotan Pelaku Pembunuhan Ditangkap
Padahal, beberapa bulan lalu dia mengaku masih ada harga segitu. Namun perlahan-lahan dia mengaku ada kenaikan terus menerus. “Yang kecil juga ikut naik, jadi susah nyari barang yang murah,” katanya.

Dia pun mengaku lebih baik lihat-lihat dulu sebelum membeli. Sebab, nantinya akan dibuat sapi kurban. Bukan pribadi lagi. melainkan urunan dengan keluarga di Jugoyudan. “Lihat-lihat dulu sebelum beli. Takut dikomplain, soalnya kurban urunan,” tambahnya.

Jika kondisi seperti ini terus, Muhammad Asnawi, pedagang asal Kunir mengaku pasar dari luar daerah akan lari ke daerah lain. Tidak menjadikan Lumajang sebagai jujugan untuk mendapatkan sapi. “Semua bisa rugi,” tutupnya. (fit)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top