Diduga Gagal Perkosa Mawar, PU Kabur Bugil Tengah MalamMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
14 September 2017

Diduga Gagal Perkosa Mawar, PU Kabur Bugil Tengah Malam

Posted by on 14 September 2017

Lumajang, Motim - Warga Dusun Kebonsari Kidul, Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Senin (11/9) dini hari mendadak geger. Pasalnya, seorang pemuda berinisial PU, warga setempat masuk ke kamar anak gadis tetangga, sebut saja Mawar (17), diduga hendak memperkosanya.
memo timur lumajang

Informasi yang berhasil dihimpun Memo Timur mengatakan, Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB itu, PU masuk ke dalam rumah Mawar dengan cara mencongkel salah satu jendela bagian depan. Setelah berhasil, pelaku terus menuju ke kamar Mawar, di sana langsung melepas baju dan celananya.

Setelah kondisinya telanjang bulat, PU langsung membekap mulut Mawar yang kala itu lagi terlelap tidur diduga hendak diperkosa. Aksi bejat PU tidak berjalan mulus, membuat Mawar terbangun dari tidurnya. Melihat PU dalam kondisi telanjang bulat dan berusaha membekap mulutnya, spontan Mawar berteriak.

Diduga panik, PU kabur melalui jendela yang sama tanpa menggunakan secuil kain yang menempel pada tubuhnya. Baju dan celana serta sebilah pisau yang digunakan mencukit jendela rumah korban itu tertinggal di dalam kamar Mawar.
  1. ABG Jatiroto Disetubuhi Bapak Tiri 5 Kali
  2. Hamili Anak Tetangga, Hendik Diancam 15 Tahun Penjara
  3. Diberi Pil Koplo dan Miras, Siswi SMK Diduga Digilir 
Beberapa saat kemudian, orang tua Mawar pun datang. Sambil ketakutan, Mawar pun menceritakan apa yang telah menimpanya itu. ”Baju, celana dan pisau milik PU sudah diamankan Polsek Yosowilangun Mas,” tuturnya.

Sumber Memo Timur juga menyampaikan, kasus dugaan pemerkosaan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Keluarga korban sudah mencabut laporannya dengan diberi imbalan uang oleh keluarga tersangka sebesar 5 juta rupiah.

Sedang untuk mencabut laporan itu, informasinya juga membayar sebesar 3 juta rupiah. Informasi terakhir yang diterima, bapak Mawar mau menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan karena merasa ada penekanan dari keluarga PU yang kala itu membawa beberapa orang termasuk Kades setempat.

“Yang mengkondisikan kasus itu supaya berhenti ya Pak Inggi Zaenul. Termasuk soal uang yang keluar dari keluarga PU itu,” jelasnya.

Kepala Desa Yosowilangun Kidul Zaenul Anwar ketika dikonfirmasi Memo Timur di kantornya didampingi oleh dua perangkatnya membenarkan kasus tersebut. Kala itu, dirinya sempat bertanya pada pelaku, untuk apa berada di dalam kamar Mawar. Pelaku menjawab untuk mencuri. Kenapa harus telanjang bulat, dia tidak menjawab.

“Alasan pelaku tidak masuk akal. Kalau melihat kondisi pelaku sudah telanjang bulat, kuat dugaan akan melakukan perbuatan yang tidak-tidak terhadap Mawar. Masak pencuri harus telanjang,” ucapnya.

Lebih lanjut Zaenul menjelaskan, karena kala itu dirinya mendengar keluarga korban mau mencabut laporannya dan bersedia menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan dengan syarat harus ada imbalan uang sebesar 5 juta, dirinya terus berembuk dengan keluarga pelaku dan menyanggupi.

Tak mau bertele-tele, dirinya langsung berkoordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Yosowilangun bahwa keluarga korban hendak mencabut laporannya tersebut. ”Tadi malam uang yang 5 juta itu kami serahkan kepada keluarga korban,” katanya.
PPID Memiliki Peran Penting sebagai Pelurus Informasi
Jika ada kabar yang mengatakan keluarga pelaku telah mengeluarkan uang sebesar 12 juta untuk pengondisian kasus ini, itu kabar bohong alias tidak benar. ”Keluarga pelaku hanya mengeluarkan uang 5 juta yang diberikan kepada keluarga Mawar tok. Untuk biaya pencabutan berkas di Polsek sebesar 3 juta, saya pakai uang pribadi Mas,” tegas Kades Zaenul.

Sementara itu Kapolsek Yosowilangun Iptu Suhari, S.,Pd ketika dikonfirmasi Memo Timur membenarkan kejadian tersebut. Kasus dugaan pencabulan itu kata Iptu Suhari sudah dikoordinasikan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lumajang oleh Kanit Serse dan tidak masuk, karena tidak terjadi pencabulan. “Pak Kades minta kasus ini dihentikan,” ungkap Kapolsek Yosowilangun. Bersambung....(cho)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top