Enggan Lapor Polisi Karena Surat Motor Tak LengkapMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
16 September 2017

Enggan Lapor Polisi Karena Surat Motor Tak Lengkap

Posted by on 16 September 2017

Lumajang, Motim - Aksi pencurian sepeda motor yang menimpa Arifin dan Suad warga Dusun Wringinan, Desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, pada Rabu (13/9) pagi kemarin lusa, sengaja tidak dilaporkan oleh korban lantaran sepeda motor milik korban tidak ada surat-suratnya alias sepeda motor STNK saja.

Hal ini disampaikan oleh Kapolsek Ranuyoso Kapolsek AKP Ahmad Sutiyo, SH kepada Memo Timur melalui via WhatsApp. Keterangan yang berhasil dihimpun oleh petugas unit Reskrim Polsek Ranuyoso, korban sengaja tidak mau melaporkan nasib yang dialaminya, karena sepeda motor yang raib dicuri maling itu tidak ada surat-suratnya alias STNan.

Setelah didalami, ternyata korban membeli dari seorang temannya yang diduga, sepeda motor hasil pelaku kejahatan. Identitas lengkap yang menjual sepeda motor terhadap korban berhasil dikantongi oleh petugas dan saat ini masih dalam pencarian.

“Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama lagi penjual motor itu bisa tergaet agar kami bisa mengungkap aksi pencurian di rumah Arifin dan Suad. Siapa tahu bisa mengungkap asal kasus begal motor dibeberapa lokasi di wilayah Ranuyoso beberapa waktu yang lalu,” ungkap Kapolsek Ranuyoso.
  1. Diduga Gagal Perkosa Mawar, PU Kabur Bugil Tengah Malam
  2. 7 Desa Mulai Terapkan Adminitrasi Online
  3. Tidak Ada Siskamling, Maling Makin Makmur 
Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat Kecamatan Ranuyoso khususnya, agar ikut serta berperan aktif dalam menciptakan situasi dan kondisi lingkungannya aman dan kondusif dengan menggiatkan kembali pos kamling sebagai bentuk antisipasi terjadinya aksi kejahatan seperti pencurian ternak yang belakangan ini sering terjadi.

Setiap malam pihaknya terus patroli rutin ke seluruh desa secara bergantian terus ditingkatkan. Misalkan masyarakat di masing-masing desa juga melakukan ronda, dipastikan ruang gerak untuk pelaku kejahatan semakin sempit.

“Jika ruang geraknya sudah sempit, pelaku kejahatan akan berfikir dua kali untuk beraksi. Tak kalah pentingnya lagi, apabila melihat atau menjadi korban pelaku kejahatan langsung melapor agar bisa diambil tindakan tegas,” pungkasnya.(cho)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top