Karnaval Darurat Maling Sapi Memo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
4 September 2017

Karnaval Darurat Maling Sapi

Posted by on 4 September 2017

Lumajang, Motim - Ada yang unik pada acara karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 di wilayah Kecamatan Ranuyoso. Salah satu peserta karnaval ada yang mengambil tema Darurat Maling Sapi.
memo timur lumajang

Paimin salah satu warga mengaku bangga dengan karnaval bertema Darurat Maling Sapi itu, karena menurutnya hal itu sebagai bentuk protes nyata masyarakat Kecamatan Ranuyoso kepada aparat kepolisian Polsek Ranuyoso juga Polres Lumajang agar kasus pencurian sapi yang hampir setiap hari terjadi di wilayah Kecamatan Ranuyoso segera mendapat penanganan.
Harta Benda Juragan Meubel Dikuras Rampok Bercadar
“Maraknya maling sapi membuat kami bersama warga yang memiliki ternak sapi hampir rata-rata rela tidur di kandang sapi. Terpaksa hal ini dilakukan karena takut sapi milik kami itu menjadi sasaran aksi komplotan maling sapi berikutnya Mas,” kata Paimin kepada sejumlah media, Kamis (31/8) usai karnaval.

Dalam 1 tahun terakhir ini kata Paimin di Desa Meninjo, Kecamatan Ranuyoso, sedikitnya sudah ada 120 ekor sapi milik warga yang hilang dicuri maling. Belum lagi di wilayah desa yang lain seperti di Desa Wonoayu, Desa Wates Wetan, Desa Ranubedali, Desa Alun-Alun juga Desa/Kecamatan Ranuyoso sendiri.

Dengan cara ini pula, dirinya berharap agar pemerintah bersama aparat kepolisian segera mencarikan solusi sebagai upaya pencegahan dan jangan hanya koar-koar sudah ada tim khusus sudah diterjunkan untuk membasmi komplotan maling sapi seperti yang sering ditulis oleh sejumlah media.

Tapi, fakta di lapangan aksi komplotan maling sapi terus semakin gila, seolah-olah komplotan maling sapi ini sengaja mengece-ngece pemerintah juga aparat kepolisian. “Mudah-mudahan tema karnaval “Darurat Maling Sapi” menjadi penyemangat Pak Polisi untuk membuktikan gaungnya memberantas maling sapi,” tegas Paimin.
Sumur Warga Tercemar Diduga Minyak
Samad juga menambahkan, semisal memang ada tim khusus dari kepolisian sudah diterjunkan untuk memberantas maling sapi khususnya di wilayah Kecamatan Ranuyoso, kenapa aksi maling sapi semakin parah. “Aneh juga ya, ada tim khusus tapi maling sapi makin gila. Jangan-jangan petugasnya juga ketakutan menghadapi komplotan maling sapi,” tambah Samad.

Kapolres Lumajang AKBP Racmad Izwan Nusi hingga kini belum berhasil dikonfirmasi oleh Memo Timur terkait maraknya maling sapi termasuk harapan dari masyarakat Kecamatan Ranuyoso. (cho)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top