Pelaku Jambret DibekukMemo Timur LumajangMemo Timur LumajangJujur, Cerdas, Berani
4 September 2017

Pelaku Jambret Dibekuk

Posted by on 4 September 2017

Lumajang, Motim - Setelah dikepung selama 5 jam lebih, akhirnya pelaku jambret dengan ciri khas rambut gaul ala punk diketahui bernama Rio (18), yang diketahui sebagai warga Dusun Biting II, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, berhasil ditangkap oleh petugas gabungan Polsek Sukodono dibantu warga setempat.
memo timur lumajang

Barang Bukti (BB) yang diamankan petugas berupa 1 unit sepeda motor Honda Beat warna merah yang digunakan pelaku saat beraksi dan 1 buah HP hasil perampasannya. “Pelaku ditangkap di kebun sengon milik warga agak jauh dari lokasi kejadian,” kata Kanit Reskrim Polsek Sukodono Ipda Arif Muhtadi mendampingi Kapolsek AKP Bambang S.
Celoteh Rosep, Ungkap Kasus Pembunuhan
Aksi penjambretan bermula saat Desirohmatun (16), warga Desa/Kecamatan Jatiroto, sedang duduk sambil bermain HP menunggu bapaknya pijat terapi di komplek perumahan Biting. Tiba-tiba datang pelaku dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat langsung merampas HP milik korban kemudian kabur.

Namun, baru sekitar seratus meter sepeda motor yang dikendarai pelaku menabrak sepeda motor yang melintas di depannya dan terjatuh. Tapi, kala itu pelaku sempat bangun dan kembali kabur mengendarai motornya. warga yang melihatnya langsung melakukan pengejaran.

Tapi sayang, warga kehilangan jejak di sekitar kebon sengon milik warga. Pihaknya yang mendapat laporan soal kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian lalu bersama-sama melakukan pencarian dan 5 jam kemudian pelaku berhasil ditangkap.

Sedang sepeda motor yang dikendarai pelaku ditemukan di tengah kebun sengon milik warga. ”Kejadiannya Jum’at malam Sabtu sekitar pukul 18.30 WIB. Pelaku tertangkap sekitar pukul 23.30 WIB Mas,” jelasnya.
Rumah Disatroni Maling, 2 Sepeda Motor Amblas
Untuk keperluan proses pemeriksaan dan pengembangan, pelaku berikut BB motor juga HP terus digelandang menuju ke unit Reskrim Polsek Sukodono. Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Terpaksa melakukan hal itu kata pelaku karena butuh uang.

Akibat kelakukannya itu, pelaku terancam dijerat pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dipidana hukuman penjara maksimal 7 Tahun. “Sepak terjangnya pelaku masih kami kembangkan, siapa tahu ada TKP lain,” tegasnya.(cho)

0 Komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top