Ad

Memo Timur Lumajang
17 September 2017

Pria Asal Parepare Idap Penyakit Kanker Payudara

Posted by on 17 September 2017

Kanker payudara ternyata tidak hanya diderita oleh kaum Hawa saja. Seperti kasus seorang pria di Parepare, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, memiliki tonjolan di area dada yang mengejutkan keluarganya. Pasalnya pria berinisial L itu divonis terkena kanker payudara.

memo timur lumajang

Sebenarnya, bagaimana bisa seorang pria menderita kanker payudara layaknya perempuan?

Menurut Dokter Spesialis Bedah dan Konsultan Bedah Onkologi dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B(K)Onk menjelaskan angka kasus pria terkena kanker payudara bisa saja terjadi, namun tergolong jarang atau langka. Perbandingannya 1:100.

"Perbandingannya sangat jauh dengan perempuan 1:100. Hingga saat ini faktor apa yang menyebabkan kanker tersebut belum diketahui," tegasnya kepada JawaPos, Sabtu (16/9).

Sonar menjelaskan kanker bisa diakibatkan oleh faktor lingkungan, atau seringkali kanker payudara dihubungkan dengan adanya keadaan hormonal. Kanker payudara pada pria ada berbagai jenis.
  1. Diduga Gagal Perkosa Mawar, PU Kabur Bugil Tengah Malam 
  2. Tidak Ada Siskamling, Maling Makin Makmur
  3. Diberi Pil Koplo dan Miras, Siswi SMK Diduga Digilir 
Untuk pengobatan, deteksi ditentukan pada dua jenis yakni kanker payudara reseptor positif atau kanker payudara reseptor negatif.

Kanker reseptor positif penanganannya dengan memberikan hormon, sedangkan kanker reseptor negarif penanganannya dengan kemoterapi.

Kanker juga dibagi lagi menjadi dua, yakni kanker padat atau cair. Kanker payudara merupakan kanker padat sedangkan kanker darah tergolong kanker cair.

"Nah kalau kanker padat seperti kanker payudara pasti penanganannya dengan operasi. Setelah operasi, kanker reseptor positif diberikan hormon bisa berupa diminum, dan reseptor negatif diberikan kemoterapi," kata Sonar.

Lalu apa saja fakta dan perbedaan kanker payudara pada perempuan dan laki-laki?

1. Pada perempuan, lebih berisiko terkena kanker payudara bagi mereka yang mengalami menstruasi di usia sangat muda. Misalnya di bawah 9-10 tahun. Sebab paparan hormon lebih panjang. Baca Selengkapnya di https://www.jawapos.com

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top