Ad

Memo Timur Lumajang
4 September 2017

Program Bedah RTLH Diduga Tak Sesuai RAB, DPKP Peringatkan Berulang Kali

Posted by on 4 September 2017

Lumajang, Motim - Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang telah mengingatkan fasilitator dan pendamping agar berhati-hati dalam menjalankan Program Bedah Tumah Tak Layak Huni atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
memo timur lumajang

Peringatan berupa pemanggilan dan arahan sudah berulang kali dilakukan. Hanya saja, peringatan tersebut nampaknya enggan digubris oleh fasilitator maupun pendamping program tersebut.
Petugas Gabungan Tangkap Pelaku Penganiayaan
Sehingga program dengan anggaran miliaran rupiah dari Kementrian pusat di Lumajang hasilnya dinilai kurang maksimal. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Lumajang, Imam Supriyanto sendiri juga mengakui jika penyaluran BSPS di Lumajang masih jauh dari harapan.

Ia mengatakan, pihaknya sejak lama sudah memberikan peringatan pada pendamping dan fasitator agar hati-hati dalam menyalurkan bantuan untuk masyarakat miskin di tempat Kelurahan di Lumajang.

"Kita arahkan sesuai dengan RAB yang telah disepakati," ujarnya.

Disinggung mungkinkah ada kesengajaan yang dilakukan oleh Fasilitator maupun pendamping. Iman mengaku, Dinas hanya sebagai monitoring dalam pelaksana program tersebut. “Dinas hanya monitoring, sudah berulang pendamping kami peringatkan untuk disesuaikan dengan RAB yang sudah ada,” terangnya.

Dari hasil monitor dinas setempat terkait jalannya program tersebut. Imam mengatakan, saat ini pendamping dan fasilitator bisa dikatakan banyak melakukan kesalahan dalam penyaluran bantuan RTLH.
Tim Opsnal Tangkap 3 Pria Saat Pesta Sabu
“Maka dari itu pendamping segera mengembalikan sejumlah dana bahan bangunan yang selama ini tidak diterima oleh panerima bantuan," tegasnya.

Menanggapi permintaan Komisi D DRPD Lumajang itu, Imam mengaku hal yang wajar. Sebab, proses penyaluran bantuan belum sepenuhnya terselesaikan. Meski sebenarnya, kata Imam, akhir Agustus kemarin, penyaluran tahap pertama harus sudah diselesaikan. Kemudian dilanjutkan pada tahapan kedua.

“Kami menerima semua kritikan dan saran, proses ini belum sepenuhnya selesai,” terang Imam. Sembari berharap agar pendamping menyesuaikan laporan yang sesuai dengan RAB. (fit)

comments

0 Komentar:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Memo Timur Lumajang All Rights Reserved.
back to top