Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) saat proses kelahiran menjadi salah satu program prioritas oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang. Saat ini AKB masih terbilang cukup tinggi. Meskipun tiap tahunnya jumlahnya terus mengalami penurunan.

Data yang dikeluarkan oleh Pemkab Lumajang, per September 2017 telah terjadi 103 kematian bayi dan 7 kematian ibu. Jumlahnya bisa dikatakan cukup tinggi lantaran target nasional, AKI dan AKB bisa ditekan hingga 100.
  1. 1.136 Anak Belum Imunisasi MR
  2. Cakupan Imunisasi MR Akhirnya Capai Target Nasional
  3. Desa dan Kelurahan Siaga Aktif Harus Lebih Optimal
  4. Minim Dokter, Akreditasi RS Swasta Bisa Terkendala

Di sisi lain memang ada prestasi dari Pemkab Lumajang sejak 2015 silam. Jika di 2014, masih terjadi 206 kematian bayi, 2015 ada penurunan, menjadi 191. Sedangkan 2016 angkanya kembali turun menjadi 171.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Triworo Setyowati mengatakan, target nasional sebelumnya adalah bisa menekan kematian hingga 150. Namun di tahun ini kembali ditingkatkan, menjadi 100. Tapi dikatakan, problem ini, bukan hanya dialami Lumajang saja. Banyak daerah lain, yang belum memenuh target.

“Bukan hanya Lumajang, daerah lainnya di Jawa Timur dan secara nasional juga masih kesulitan mencapai target,” katanya pada Memo Timur, Selasa (24/10).

Triworo menyebutkan, kebanyakan, penyebab kematian ibu dan bayi adalah karena sang ibu mengalami pendarahan. Selain itu inflamasi atau kejang yang terjadi pada ibu saat masa hamil hingga nifas juga menjadi salah satu faktor kematian.
  1. Puskesmas Masih Kekurangan Dokter
  2. Ada 8 Puskesmas Belum Capai Seratus Persen Cakupan Imuniasi MR
  3. Revitalisasi Alun-Alun Tahap 2 Telan Anggaran 2,7 Miliar
  4. Akper Lumajang Resmi Merger dengan Unej Jember
Namun ada juga kematian yang disebabkan adanya penyakit penyerta yang dialami ibu hamil. Seperti penyakit jantung, TBC, ginjal. “Penyakit inilah yang bisa memperparah kondisi ibu dan beresiko tinggi,” ujarnya usai pelaksanaan Sosialisasi Perbub No. 15 Tahun 2016 di Gedung Panti PKK.

Untuk terus menekan angka kematian, Bupati Lumajang, Drs. H. As’at Malik, M.Ag juga telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbub) No. 15 tahun 2017 tentang Persalinan Aman. Salah satu poin pentingnya, adalah mewajibkan semua ibu untuk melakukan persalinan secara aman fasilitas kesehatan. Bukan di rumah.

“Bisa di Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes, Bidan, atau rumah sakit. Tentunya dengan ditolong oleh petugas kesehatan,” ujarnya.

Selain itu melalui Program Suami Siaga (SUSI) juga bisa diharapkan menekan angka kematian. Peran keluarga dalam membantu saat masa kehamilan hingga pasca kelahiran yang cepat dan tepat karena juga berpengaruh.

“Soal tarnsportasi saat ini juga sudah mudah. Di masing-masing desa disediakan ambulance,” ungkapnya.
  1. Festival Kopi, Berharap Kolesem Bisa Dinikmati di Semua Penjuru
  2. Mata Air Tirtosari, Potensi Bisa Dikembangkan
  3. Pemkab Berikan Dana Pinjaman 1,4 Miliar untuk Usaha Kecil
  4. Menang Atas PSBS Biak, Semeru FC Tetap Gagal ke 8 Besar
Triworo juga perlu bantuan dari Tim Penggerak PKK dan Camat. Sejauh ini mereka juga sudah terlibat. “Karena mereka yang tahu banyak kondisi di wilayahnya. Sehingga diharapkan bisa mengawal, agar ibu dan bayi bisa selamat,” ucapnya.

Tak hanya itu, kerjasama dengan semua pihak rumah sakit di Lumajang juga dilakukan. Diantaranya Dinas Kesehatan telah melakukan komunikasi dengan rumah sakit, agar selalu meminta riwayat kesehatan ibu yang bakal melahirkan.

“Sehingga dengan mudah akan diketahui jika ada penyakit penyerta. Agar mudah penanganannya juga,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: