Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Gempa tektonik kembali terjadi di wilayah Lumajang. Laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG), gempa berkekuatan 4.9 Skala Ritcher (MR) terjadi jam 11.35, Rabu (25/10) malam.

Memang gempa tidak dirasakan oleh masyarakat Lumajang, karena pusat gempa berada di 167 kilometer barat daya Lumajang. Dengan kedalaman 10 kilometer. Penyebab gempa ini diperkirakan terjadi akibat aktifitas subduksi lempeng Indo-Australia. Hal ini ditinjau dari lokasi episentrum dan kedalaman sumber gempa.
  1. Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
  2. Kejari Musnahkan BB 128 Kasus
  3. Ada 103 Kematian Bayi Sepanjang Tahun 2017
  4. Neri, Penipu Ulung Ditangkap Resmob
Selain Lumajang, getaran gempa bumi juga sampai di sebagian Malang, sebagian Jember. BMKG juga melaporkan, ada aktivitas gempa bumi susulan sebanyak 8 kejadian.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiap siagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, M. Wawan Hadi S., SH, M.Sc saat dikonfirmasi, menyampaikan, gempa tidak sampai dirasakan oleh warga Lumajang.

Ia juga menyebut, gempa tektonik seperti ini kerap terjadi di barat daya Lumajang. “Gempa di wilyah sana memang sering, tapi skala kecil,” katanya saat dihubungi Memo Timur, Kamis (26/10).

Lanjutnya, gempa yang terjadi tidak berpotensi adanya gelombang tsunami. Dan dari laporan para relawan, gelombang laut masih terpantau normal. “Saya terima laporan dari semua relawan di pesisir, dari Wotgalih hingga Tempursari, tidak ada dampak terkait adanya gempa ini,” ungkapnya.
  1. Bobol Warung, ABG Babak Belur Dihakimi Warga
  2. 3 DPO Kabur ke Bali dan Kaltim
  3. Curi Motor, Mantan Sopir Truck Pasir Dibekuk Polisi
  4. Dicuri, Sapi Ditemukan di Kandang Orang
Selain itu, dirinya juga telah menghimbau kepada semua relawan agar meningkatkan antisipasi dan kewaspadaan karena hujan kerap terjadi. Ketika hujan terjadi, sungai harus dipantau khawatir terjadi luapan.

Untuk di daerah dataran tinggi, saat hujan, longsor masih rawan terjadi. Sehingga sama, harus diantisipasi sejak awal. “Seperti di Pronojiwo dan Senduro, daerah yang rawan longsor” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: