Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lumajang dinilai masih belum optimal. Pasalnya, hingga saat ini realiasasinya masih minim. Dan belum memenuhi target yang sudah tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017.
Kontribusi PAD Belum Optimal, Masih 11 Persen dari Total Pendapatan

Bahkan, dari data Pemeritah Kabupaten Lumajang, beberapa tahun terakhir menujukkan bahawa realisasi PAD dalam kisaran 11% dari total pendapatan yang sah. PAD bisa digali dari potensi di daerah meliputi pajak daerah, retribusi, serta hasil pengelolaan kekayaan daerah.

Sat Pol PP Tegur Pemilik Toko Yang Menaruh Dagangannya di Trotoar
Gagal Rampas Motor, Pengendara Dibacok
Isi Kekurangan Anggota Dewan, Lancar Budi Utomo Dilantik
Ada Pembacaan Asmaul Husna saat Upacara Hari Sumpah Pemuda

Padahal, secara umum kontribusi PAD dapat dijadikan tolok ukur kemandirian daerah. Dari hal tersebut maka kebijakan perencanaan pendapatan daerah Kabupaten Lumajang pada T.A 2018 mendatang diarahkan pada optimalisasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bupati Lumajang, Drs. H. As’at Malik, M.Ag mengatakan, hal penting dan perlu disempurnakan. Diantaranya untuk menyempurnakan regulasi, perbaikan sistem pemungutan, penyesuaian tarif, penggalian potensi daerah.Selain itu, juga peningkatan fungsi pengawasan dan pengendalian sumber–sumber pendapatan daerah.

“Kebijakan ini diharapkan membawa dampak positif, yaitu akan mengurangi ketergantungan Daerah terhadap Pusat dan meningkatkan kemandirian Daerah,” katanya saat Rapat Paripurna dengan agenda Nota Penjelasan Bupati terhadap Rancangan APBD Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2018.

Bupati As’at Jenguk Sutikno, Biaya Pengobatan Ditanggung
TKI Ilegal Asal Jatiroto Terlantar di Malaysia Dipulangkan KBRI
Bawa Sabu, Warga Surabaya Dibekuk Polisi
Calon Panwascam Sudah Lewati Tahap Wawancara

Lanjutnya, dalam pembahasan RAPBD kali ini, masih tetap menjaga konsistensi dan komitmen untuk pelayanan masyarakat Lumajang. Ia juga berharap pembahasan yang dilakukan bisa tepat waktu, efektif dan tepat sasaran.

Adapun yang menjadi prioritas plafon anggaran belanja daerah tahun depan, diantaranya bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, reformasi birokrasi, pemanfaatan SDA, pariwisata, pertanian/ketahanan pangan, ekonomi dan sosial. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: