Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan


Wabup: Korban Kekerasan Takut untuk Melapor

Lumajang, Motim - Kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Lumajang masih kerap terjadi. Sehingga hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lumajang. Upaya pencegahan dilakukan bersama dengan semua pihak terkait.
Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Pencegahan dan penghapusan kasus kekerasan ini, sayangnya banyak terkendala karena korban yang enggan melapor. Wakil Bupati Lumajang, dr. Buntaran Supriyanto, M.Kes mengatakan, mereka takut untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.
  1. Program RTLH, Ada 1.085 Penerima Bantuan dari APBD
  2. Ada 103 Kematian Bayi Sepanjang Tahun 2017
  3. Penetapan Sekda Sudah Final, Pelantikan Tunggu Izin Mendagri
  4. Tidak Boleh Ada Diskriminasi Pelayanan dalam Pilkada
“Biasanya mereka takut untuk melaporkan serta takut terseret dalam kasus itu,” kata wabub saat membuka Bimbingan Teknis Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, di Gedung Panti PKK Lumajang, Rabu (25/10).

Korban sebenarnya bisa melapor kepada sanak saudara atau tetangga tentang hal yang dialaminya. Untuk kemudian bisa diproses secara hukum. Sehingga bisa terselesaikan secara hukum dan membuat efek jerah kepada pelakunya.

Bahkan mereka juga bisa langsung melapor ke lembaga yang sudah memberi wadah bagi korban. Seperti ke Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPT-PPA). Atau bisa langsung ke pihak kepolisian.

Wabub menyebutkan, selama ini untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih belum maksimal. Karena upaya pencegahan juga masih belum bisa merata. Sosialisai kepada masyarakat belum menyeluruh.

“Sehingga apabila terjadi kekerasan, mereka masih belum paham apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.
  1. Indah Masdar: Pilih Pensiun Dini dan Terjun ke Politik
  2. Bobol Warung, ABG Babak Belur Dihakimi Warga
  3. PDIP: As’at Malik Direstui Megawati, Tinggal Cari Wakilnya
  4. Dicuri, Sapi Ditemukan di Kandang Orang
Ia berharap kedepan sosialisasi serupa bisa dilakukan secara merata untuk mengantisipasi dan menangani kasus-kasus kekerasan ini. Pelaksanaan sosialisasi ini harus dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya-upaya pencegahan terhadap kekerasan yang terjadi.

“Sehingga kasus kekerasan dapat ditekan seminim mungkin,” ujarnya dalam acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Lumajang.

Di kesempatan yang sama, Kanit Remaja Anak dan Wanita (Renata) Ditreskrimum Polda Jatim, Yasintha Ma’u, menjelaskan bahwa kekerasan luas penjabarannya. Yakni perbuatan atau tindakan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, mental, seksual, psikologis.

“Termasuk penelantaran dan perlakuan buruk yang mengancam integritas tubuh dan merendahkan martabat,” ungkapnya.

Yasintha juga menjelaskan, kekerasan yang dialami dilihat dari Locus Delicti (tempat terjadinya suatu tindak pidana atau lokasi tempat kejadian perkara). Meliputi orang lain yang tidak dalam lingkup hubungan rumah tangga di tempat umum, di sekolah dan sebagainya.
  1. Diduga Edarkan Pil Gedek, Afif Diringkus Satreskoba
  2. Pengguna dan Pengedar Sabu Asal Klakah Diringkus
  3. Vega Kontra CB Modivikasi, 1 Tewas
  4. Lolos dari Maut Usai Dibacok Begal 
Lanjutnya, hukuman bagi pelaku kekerasan sendiri sangat berat. Dan sudah diatur dalam Undang-undang. Seperti yang tertuang dalam UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Diantaranya Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Dan Kerjasama Pemulihan Korban KDRT,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: