Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumjang, Motim - Data di tahun 2016, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lumajang di angka 63.74 persen dan dinilai masih rendah. Namun Bupati Lumajang, Drs. H As’at Malik MAg, menegaskan angka ini tidak terlalu rendah dan masih mampu bersaing dengan kabupaten/kota lain di Jawa Timur.
as'at malik

Dibandingkan tahun sebelumnya, memang tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Misalnya angka harapan hidup di Lumajang berada pada usia 72 tahun.

Kemudian mereka yang lanjut usia (lansia) mayoritas mengalami buta huruf. Inilah yang berpengaruh pada penghitungan IPM. “Masyarakat yang sepuh-sepuh itu rata-rata buta huruf,” katanya.

Hal itu dikarenakan masyarakat dengan usia lanjut tersebut tidak mengenyam pendidikan seperti saat ini. Sedangkan jumlah meraka masih terhitung tidak banyak berkurang setiap tahunnya. Sehingga Lumajang cukup sulit mengembangkan IPM tersebut.

Namun bupati menjelaskan, jika indeks tersebut diukur dari segi pendidikan yang saat ini dikembangkan di Lumajang. Maka tentu indeks tersebut akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Sepeti halnya program pendidikan wajib belajar sembilan tahun dan lain sebagainya. Kabupaten Lumajang sudah berhasil melaksanakan hal itu. “Tapi kalau dilihat dari keberhasilan kami dalam dunia pendidikan, akan beda nantinya,” tutupnya.

Seperti diketahui catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Lumajang, ada peningkatan IPM yang terjadi di tahun 2015 ke 2016. Yaitu dari 63,02 di tahun 2015 menjadi 63,74 di tahun 2016. Nilai IPM ini menjadi salah satu faktor kemajuan dari suatu daerah. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: