Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Tak kuasa menahan sakit setelah dihajar suaminya, Ratna akhirnya melaporkan suaminya, yakni Bawon Lesmono yang kini menjabat sebagai Kepala Desa Umbul, Kecamatan Kedungjajang, ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Kedungjajang.
Kasus KDRT

Kini kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh Kades Umbul terhadap istri sahnya tersebut, sudah ditangani secara intensif oleh unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kedungjajang.

Ratna saat dikonfirmasi Memo Timur kemarin lusa menyampaikan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialaminya itu berawal saat dirinya mengambil uang milik suaminya sebesar 300 ribu, untuk membayar kaos Gerakan Membangun Masyarakat Sehat (Gerbang Mas), juga untuk biaya makan minum sejumlah kader Gerbang Mas Desa Umbul.

Setelah uang sebesar itu habis untuk membayar keperluan itu, suami bertanya. Untuk apa kamu mengambil uang sebesar itu, dirinya langsung menjawab, uang itu untuk membayar kaos Gerbang Mas juga untuk makan minum kader Gerbang Mas.

Meski sudah dijelaskan seperti itu, suami tetap marah-marah. Beberapa saat kemudian, suami memukul berkali-kali mengenai pinggul, wajah juga tangan. “Suami sempat mengancam akan membakar saya hidup-hidup,” tuturnya.

Dari pada mati konyol, dirinya terus melaporkan nasib yang menimpanya ke Polsek Kedungjajang, berharap agar kasus KDRT untuk diproses sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku.

“Biar mempertanggung jawabkan semua perbuatannya kepada saya. Saya sudah tidak tahan Mas,” ucap Ratna yang mengaku sudah dikaruniahi 2 orang anak dari perkawinannya dengan Bawon Lesmono.

Ratna juga menyampaikan, dirinya dipukul alias dihajar oleh suaminya, bukan sekali dua kali saja. Tetapi sudah sangat sering. Beberapa hari kemarin sebelum kejadian ini, dirinya juga dipukul dan dicekik oleh suaminya saat berada di dalam toko usahanya.

Penyebanya juga tidak jelas. Meski sering mendapat kekerasan dari suami, dirinya memilih diam, bermaksud untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Tapi kata Ratna, sabar itu ada batasnya. Kalau sering mendapat kekerasan, istri siapa yang bisa tahan.

“Batas kesabaran saya sudah habis. Saya minta polisi berlaku adil dengan cara memproses kasus ini sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku. Biar dia kapok dan jera,” harapnya.

Ditanya apakah nanti tak menyesal ketika Bawon Lesmono ditetapkan bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lumajang, kemudian dipenjara, Ratna mengaku sudah pas. Bagaimana nasib kedua anak hasil pernikahannya dengan Bawon Lesmono ketika ayahnya dipenjara, Ratna mengatakan akan dirawat dan dibesarkan sendiri.

“Saya benar-benar sudah tidak tahan. Perempuan mana bisa tahan ketika sering mendapat kekerasan dari suaminya, saya ingin tahu. Bercerai itu merupakan pilihan terbaik saya Mas,” katanya.

Ditanya lagi, mungkin suaminya punya selingkuhan alias istri simpanan, Ratna mengaku tidak tahu. Tapi, salah satu anaknya pernah menyampaikan beberapa waktu yang lalu pernah melihat ayahnya itu berciuman dengan seorang perempuan di dalam mobil.

“Anak Saya ngomong gitu. Meski hati ini panas, Saya memilih diam tidak lain agar keutuhan rumah tangganya tetap utuh dan bahagia. Untuk kali ini, Saya sudah pas untuk bercerai,” jelasnya.

Kapolsek Kedungjajang, AKP H. Sutopo, SH melalui Kanit Reskrim, Aiptu Sunaryo ketika dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan dari Ratna yang mengaku korban kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Terlapor adalah suaminya sendiri, yakni Bawon Lesmono yang kini menjabat sebagai Kades Umbul, Kecamatan Kedungjajang. “Bu Ratna sudah kami lakukan pemeriksaan. Visum juga sudah kami lakukan,” jelasnya.

Bahkan, pihaknya sudah mengirim surat panggilan terhadap terlapor Kades Umbul, dengan status sebagai tersangka KDRT. “Surat panggilan sudah diterima terlapor sendiri. Rabu hari ini akan diperiksa,” ungkapnya.

Ditanya apabila Kades Umbul selaku terlapor terbukti bersalah, dijerat pasal apa, Sunaryo menegaskan perbuatan Kades Umbul akan dijerat dengan UU RI No 23 Tahun 2004 tentang penghapusan KDRT, dipidana hukuman penjara maksimal 5 Tahun atau denda 15 juta rupiah,”.

“Kami upayakan berkas pemeriksaannya segera rampung dikerjakan, kemudian dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Lumajang,” pungkas Sunaryo.

Kepala Desa Umbul, Kecamatan Kedungjajang, Bawon Lesmono saat dikonfirmasi Memo Timur melalui teleponnya itu membenarkan akibat salah faham. Bawon Lesmono juga mewanti-wanti agar media untuk tidak memberitakannya. Sebab kata Bawon, kasus tersebut akan diselesaikan di Polsek.

“Akan Saya cabut ndan, nanti sore Saya cabut laporannya,” tuturnya berkali-kali saat dikonfirmasi via telpon.

Didesak kenapa melakukan penganiayaan terhadap istrinya, Bawon lagi-lagi mengelak dengan kata akan mencabut laporan tersebut, padahal dia sadar yang melaporkan dirinya adalah istrinya sendiri. Bagaimana tanggapan masyarakat Desa Umbul, terkait perbuatan Kades Bawon Lesmono, baca beritanya edisi berikutnya. (cho).

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: